04 Maret, 2009

Bukan Akhir Cerita Cinta

sadku coba untuk tersenyum
saat kebahagiaan terkurung
ku coba tuk tetap tegar
saat hati jauh terlempar
dan ku coba tuk tetep tegak berdiri
saat diri tercabik tersakiti

air mata tak akan berguna
tak kan bisa menyatukan kita
tapi mengapa ia keluar dengan sendirinya
saat kesedihan melanda?
sudahlah...aku tak ingin menangis
membuat hatiku semakin teriris

aah...cinta...
ada-ada saja cerita yang kau punya
selalu jadi misteri bagi yang mengalaminya
bahagia atau lara pada akhirnya

maafkan aku
belum bisa membahagiakanmu
seperti cita2 kita waktu itu

lupakan saja yang dulu ada diantara kita
sekarang yang ada aku dan kamu saja

13 komentar:

  1. akhir suatu cerita adalah awal cerita berikutnya

    BalasHapus
  2. mantabs dan daleeem... seperti menggali kenangan lama

    BalasHapus
  3. Hello.. I am Indra... I from Palembang, Indonesian Countries..I happy to have you read the blog ..
    you have a good blog . I happy with you. one-time visit my blog

    BalasHapus
  4. itu pasti gambarnya theresa testarossa... dari full metal panic kan?

    mantan ku itu...

    BalasHapus
  5. Assalamualaikum de..:D

    im comming
    fiuhhhhhhhhhhhh akhirnya bisa on line jg yaaa :D

    uwhhhh... knp nih lagi patah hati ya??

    heheee...


    keep smile friend

    aku yakin klo jodoh pasti gak kemana2...
    hem... More power yahh:D

    semangatt............. :D



    dee makin bagus aja nih blogg

    nyesel jg blog yang satunya aq hapuss :((

    BalasHapus
  6. 1 lagi iconnya lucu

    mau dung kaya spong bob yaa apa aq yg salah liat ya?? ;))

    BalasHapus
  7. patah hati apa putus cinta nih.. hehe..
    biar seger..
    ini ada award buat kamu,,, di ambil ya....

    BalasHapus
  8. Nice Poem sobat...

    aku juga suka puisi...

    salam hangat aja...

    BalasHapus
  9. Agh .. lupakan kesedihan itu
    Ia membiarkan mu meratapi waktu waktu yang kini telah berjalan jauh
    Yang kini tak bisa kau raih kembali
    Yang kini terlihat hanya sebuah titik titik kecil di ufuk barat

    Lupakan penyesalan itu
    Ia membiarkan mu menangisi cerita lalu yang seharusnya menjadi kenangan indah
    Yang seharusnya sudah tertutup diantara buku buku tebal dan berdebu
    Yang seharusnya sudah tak mampu lagi bercerita ulang

    Lupakan detik detik tatapan sayu itu
    Walau semua pernah ada dalam tangan tangan yang bergenggaman
    Dalam janji janji keemasan yang kini tak lagi ada
    Dalam kenangan indah yang pernah tertulis

    BalasHapus
  10. perjuangan masih panjang
    jangan habiskan masa dengan menangis dan mengerang
    namanya hidup,, ya harus berjuang

    BalasHapus
  11. melupakan??
    semudah itukah??
    Takkan seperti membongkar sebuah origami, lipatan kertas yang begitu susah merangkainya, dan kemudian hanya akan di lepas kembali? di biarkan lagi tanpa kerut, kosong, tak semudah ituh maz...

    BalasHapus