19 Oktober, 2012

Dikit-dikit syirik

Sebagian mereka ada yang alergi ketika mendengar kata ini. Syirik. Terutama jika disandingkan dengan kata ramalan. Dengan bermacam-macam alasan mereka kemukakan. Merasa benar dengan seribu pembelaan bermodalkan persangkaan. Ketika hati mengeras sedikit getaran gendang telinga akan terasa seperti gempa, panik. Hati tertusuk duri bagai dielus-elus, dipijati. Nasehat yang lewat bagai kulit tersayat, menghindar takut tersakiti.

Alasan, pembelaan, pembenaran tak kan merubah sedikitpun hakikatnya. Dikiranya cuma hiburan semata, mengisi waktu luang dengan membaca. "Cuma penasaran dengan isinya", katanya. Berita buruk ditinggalkan, percaya yang baik-baik saja. Atau setidaknya menimbulkan rasa optimis dengan berita gembira. Atau dengan alasan lain yang sepertinya tidak masalah dan baik menurut akal (sebagian) kita.

Ghaib adalah sesuatu yang tertutup dari indra pendengaran, penglihatan, penciuman dan perasa. Masa sekarang, masa lalu maupun masa yang akan datang.
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Q.S 31:34)

Sama saja, apakah percaya atau tidak. Hakikatnya (sengaja) membaca untuk mengetahui, mendatangi untuk bertanya. Konsekuensinya 40 hari sholat kita tidak diterima-Nya, itu jika hanya bertanya. Beda halnya jika percaya, maka ia telah kufur pada Al Qur'an. Jika saja kita mau sedikit berfikir, percuma buang waktu sia-sia. Sekiranya terbuka hati nurani, tak akan enggan patuhi perintah ilahi.

Saya sendiri masih miskin ilmu, untuk lebih jelas tentang ghaib dan ramalan silakan baca link di bawah ini.
http://abusalmanz.wordpress.com/page-1/ (tentang apa itu Ghaib)
http://rumaysho.com/belajar-islam/aqidah/2807-dosa-besar-akibat-membaca-ramalan-bintang.html

Terlalu serius? Relatif, apakah kita menganggap dosa besar ini hal yang penting atau hal yang biasa saja.
Allahu a'lam :)

1 komentar: