23 Februari, 2013

Bandung 1#: Nasi Timbel Tenda Biru

Rasanya ada yang kurang kalau tidak posting pengalaman selama di perantauan. Dua minggu di Bandung tidak memberi banyak kesempatan untuk jalan-jalan. Kesibukan dari pagi hingga senja tak memberi banyak waktu sisa.

Dalam keadaan tersebut, ajakan gowes tentu saja tidak saya lewatkan begitu saja. Bukan karena saya suka gowes, tapi lebih karena saya butuh udara segar. Butuh waktu sebentar untuk keluar dari rutinitas yang hampir saja menjenuhkan. Tapi masalahnya sekarang ternyata cuma ada dua sepeda dengan tiga orang. Akhirnya saya yang mengalah. Tapi alhamdulillah saya masih bisa ikut dengan memakai sepeda motor.
Rencana berangkat jam lima subuh diundur menjadi jam tujuh pagi karena malamnya begadang, jadinya bangun kesiangan. Rute yang sama sekali belum saya kenal tentu saja menarik perhatian saya. Menjauh dari kota, menelusuri desa-desa.


Setengah perjalanan lebih, baru istirahat dan saya masih belum terasa capek (pakai sepeda motor). Karena belum sarapan, kami memutuskan untuk mengganjal perut dengan surabi. Setelah cukup beristirahat kami lanjutkan ke tujuan. Rute yang dilewati lumayan untuk membuat pantat sakit. Tapi sakitnya tidak (belum) terasa sebab pemandangan indah sekitarnya.


Sampai lah kami di tempat yang cocok untuk sarapan. Nasi Timbel Tenda Biru, yang punya mungkin fans-nya Desy Ratnasari. Ternyata di sini salah satu tempat kuliner para goweser. Area parkir cukup luas, khusus sepeda juga ada. Suasana sunda begitu terasa saat memasuki 'tenda' utama. Dengan backsound lagu sunda, serasa berada di kondangan. Ini ada sedikit video di Tenda Biru kemarin.





Masakan prasmanan dihidangkan dalam wadah dari bambu. Nasinya ada dua macam, nasi putih dan nasi merah. Makanan yang dihidangkan juga tidak jauh dari suasana sunda. Begitu selesai memilih dan mengambil makanan langsung bayar di kasir. Untuk menikmati makanan bisa memilih di kursi bambu atau lesehan. Secara keseluruhan tempatnya menarik, berada di pinggir sungai Citarum, masih asri karena agak jauh dari kota. Saya tidak hafal rutenya, silakan cek sendiri google map :D


View Nasi Timbel Tenda Biru in a larger map

Pulangnya giliran saya disuruh bawa sepeda, karena tidak ada persiapan ya terpaksa gowes dengan memakai celana panjang jeans. Ndak mbois banget, nggak nyaman juga. Terakhir kali saya mancal pedal sepeda (dalam waktu yang lama) itu waktu kelas 2 atau 3 SMP :)) Tapi tanpa stretching dan tanpa persiapan khusus akhirnya nyampai juga di kontrakan.Hasilnya kepala pusing karena tenaga lebih banyak digunakan untuk kaki.

Setelah apa yang terjadi itu, saya jadi punya keinginan untuk punya sepeda (lagi). Mungkin nanti bisa digunakan untuk berangkat kerja, sekali-kali.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar