12 Juli, 2013

Andai saja..

Pengen punya rumah gedong
Lengkap dengan pelayan,
Perabotan luks plus kolam renang
Mau ini itu tinggal perintah


Hidup serasa di istana
Trus kalo kepanasan
Gue ajak temen-temen gue nyebur deh
basahhh... 


Andai a a a a aku jadi orang kaya
Andai a a a a a nggak usah pakai kerja


Lirik lagu diatas kadang mampir di pikiran kita yang pas-pasan. Atau membayangkan hal serupa. Andai begini, andai punya ini, andai jadi itu, dan sebagainya. Kata seandainya sendiri dibagi menjadi beberapa macam.

Pertama, kata seandainya yang digunakan untuk menentang atau memprotes takdir. Seperti ucapan "Seandainya dia tadi tidak pergi, niscaya dia akan selamat." Ucapan ini haram. Seolah tahu bahwa dia benar-benar akan selamat jika tidak pergi. Padahal Allah telah menetapkan takdir seseorang, kapan dan di mana dia meninggal.

Kedua, seandainya yang diucapkan sebagai penyesalan. Contohnya, "Seandainya tadi tidak jadi beli, tentu aku tidak merugi." Ucapan seperti ini bisa mendatangkan kesedihan, bahkan bisa mengantarkan pada penentangan terhadap takdir. Maka ucapan seperti ini pun dilarang.

Ketiga, perkataan seandainya yang diucapkan dalam rangka berargumentasi dengan takdir untuk membenarkan kemaksiatan. Seperti ucapan "Seandai Allah berkehendak, niscaya saya tidak akan mencuri." Ini adalah ucapan yang batil dan argumentasi yang tidak akan diterima sama sekali.

Keempat, kata seandainya yang digunakan untuk berangan-angan. Seperti ucapan, "Seandainya aku kaya, niscaya aku akan melakukan seperti dia." Untuk ucapan ini tergantung pada baik tidaknya angan-angan. Jika angan-angannya buruk maka haram berandai-andai untuk sesuatu yang haram. Namun jika angan-angannya baik, maka itu adalah kebaikan niat yang hendaknya dibuktikan dengan perbuatan.

Kelima, kata seandainya yang digunakan hanya untuk mengungkapkan sebuah berita. Seperti ucapan "Seandainya aku menghadiri seminar itu niscaya aku akan dapat manfaat." Yang seperti ini boleh.

Sebagaimana kita tahu, tiap ucapan akan dimintai pertanggungjawaban, maka hendaknya perhatikan lagi tiap ucapan dan perbuatan kita.Semoga bisa mengurangi angan-angan yang tak mendatangkan kebaikan.
Jika kamu tertimpa sesuatu(kegagalan), maka janganlah kamu mengatakan ‘seandainya aku berbuat demikian, pastilah tidak akan begini atau begitu’. Tetapi katakanlah, ‘ini telah ditakdirkan oleh Allah dan Allah berbuat sesuai dengan apa yang dikehendaki’. Karena sesungguhnya perkataan seandainya akan membuka (pintu) perbuatan setan”. (HR. Muslim no. 2664)


sumber: majalah Ya Bunayya dengan perubahan seperlunya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar