Saat posting ini saya sendiri sudah terhitung 2 kali ke Semirang, yang pertama bersama dengan rombongan Kopdar_Loenpia dan yang kedua diajak temen saya. Begitu sampai pintu masuk, kita akan langsung disuguhi pemandangan pepohonan yang didominasi oleh pohon pinus. Butuh perjuangan yang tidak mudah untuk menuju lokasi air terjun. Dari tiket masuk menuju air terjun hanya ada jalan setapak sepanjang (sekitar) 1 km atau sekitar 20-30 menit jalan kaki. Perjalanan yang cukup melelahkan, apalagi bagi orang yang jarang olahraga seperti saya. Sepanjang perjalanan menuju air terjun yang rata-rata tanjakan berhasil membuat mandi keringat sampainya di sana. Tapi di tengah perjalanan ada satu sungai yang bisa dijadikan tempat istirahat sambil
24 September, 2011
Air Terjun Semirang
Wisata alam di Semarang dan sekitarnya bisa dibilang tidak banyak. Maksudnya tidak banyak yang tahu :D Seperti Air Terjun Semirang yang lokasinya tidak jauh dari kota Ungaran, Jawa Tengah. Mungkin karena promosi yang kurang dari pemerintah setempat, jadi belum banyak yang tahu lokasinya atau bahkan tidak banyak yang tahu keberadaannya. Padahal pemandangannya tidak kalah dengan Curug Sewu di Tawangmangu dengan biaya yang tentunya jauh lebih murah daripada di sana. Biaya masuk (pada awal tahun 2011, tepatnya bulan Februari) Rp7.500,- dengan rincian: 1.000/orang masuk area wisata, 1.500 parkir motor, 5.000/orang masuk lokasi wisata.
Saat posting ini saya sendiri sudah terhitung 2 kali ke Semirang, yang pertama bersama dengan rombongan Kopdar_Loenpia dan yang kedua diajak temen saya. Begitu sampai pintu masuk, kita akan langsung disuguhi pemandangan pepohonan yang didominasi oleh pohon pinus. Butuh perjuangan yang tidak mudah untuk menuju lokasi air terjun. Dari tiket masuk menuju air terjun hanya ada jalan setapak sepanjang (sekitar) 1 km atau sekitar 20-30 menit jalan kaki. Perjalanan yang cukup melelahkan, apalagi bagi orang yang jarang olahraga seperti saya. Sepanjang perjalanan menuju air terjun yang rata-rata tanjakan berhasil membuat mandi keringat sampainya di sana. Tapi di tengah perjalanan ada satu sungai yang bisa dijadikan tempat istirahat sambilmandi maen air atau cuma foto-foto. Walaupun di perjalanan ada beberapa orang yang jualan minuman dan makanan kecil baiknya kita bawa sendiri dari rumah atau beli di jalan karena harganya sedikit lebih mahal dari biasanya.
Saat posting ini saya sendiri sudah terhitung 2 kali ke Semirang, yang pertama bersama dengan rombongan Kopdar_Loenpia dan yang kedua diajak temen saya. Begitu sampai pintu masuk, kita akan langsung disuguhi pemandangan pepohonan yang didominasi oleh pohon pinus. Butuh perjuangan yang tidak mudah untuk menuju lokasi air terjun. Dari tiket masuk menuju air terjun hanya ada jalan setapak sepanjang (sekitar) 1 km atau sekitar 20-30 menit jalan kaki. Perjalanan yang cukup melelahkan, apalagi bagi orang yang jarang olahraga seperti saya. Sepanjang perjalanan menuju air terjun yang rata-rata tanjakan berhasil membuat mandi keringat sampainya di sana. Tapi di tengah perjalanan ada satu sungai yang bisa dijadikan tempat istirahat sambil
12 September, 2011
Teman dan saudara baru
2 minggu sebelum lebaran nenek saya terpaksa dilarikan dibawa ke rumah sakit karena penyakit di perutnya yang semakin hari semakin menghawatirkan. Terhitung sudah 2 kali dalam setahun ini nenek opname di RS dan tempat yang sama yaitu di RSUD Ambarawa. Mungkin karena tidak pernah kontrol, jadi penyakitnya kambuh lagi.
Saya termasuk orang yang jarang sekali masuk Rumah Sakit (untuk menunggu orang sakit). Jadi kali ini adalah pertama kali saya menunggu seorang di RS dalam waktu yang lumayan lama (sekitar 10hari). Karena termasuk golongan yang kurang mampu, nenek ditempatkan di golongan III dimana dalam satu ruangan beliau ditempatkan bersama 6 orang pasien lainnya dengan penyakit masing-masing tapi masih sama-sama penyakit dalam.
Di sana saya bisa sedikit melunakkan hati, bisa sedikit melumerkan hati yang semakin mengeras. Tiap kali dapat jatah jaga, yang pertama kali ada di pikiran saya ketika sampai di RS adalah Alhamdulillah, rasa syukur masih diberi kesehatan, diberi oksigen gratis dan tentunya masih diberi kesempatan untuk hidup. Di sana saya benar-benar bisa belajar bersyukur. Pelajaran satu lagi yang saya dapat di sana adalah kekeluargaan. Pasien di ruangan itu tentunya berganti-ganti sewaktu ada pasien yang masuk atau keluar. Tapi tetap saja siang-malam masing-masing pasien dan atau yang menjaganya akan berinteraksi dengan pasien yang lainnya, paling tidak dengan pasien di sebelahnya. Menurut pengamatan saya, yang paling sering ditanyakan adalah masalah penyakitnya, hubungan keluarga pasien dengan yang menunggu dan alamat. Ada yang ngobrol panjang lebar sampai akrab, ada pula yang ngobrol sekedarnya saja dan lupa begitu keluar dari sana. Dari obrolan lucu seputar pasien yang lain sampai obrolan mengenai borokrasi berobat di RS. Sampai-sampai ada yang minta alamat lengkap untuk berkunjung di lain waktu. Dari seringnya mengobrol kami merasa seperti saudara, saudara senasib, sesakit.
Pertama kali saya kenal internet saya dikenalkan oleh bos saya dengan Yahoo! Messenger, di situ saya jadi kenal dengan teman baru. Lalu mulai kenal dengan blog dan bertambah lagi teman di dunia maya. Setelah blog, kenal dengan jejaring sosial friendster kemudian facebook, di keduanya saya juga mengenal teman-teman baru lagi. Di twitter saya cuma dapat beberapa teman baru, karena kebanyakan dari teman-teman blog dan facebook. Terakhir, mulai tahun 2010 saya bergabung di jejaring sosial buatan lokal yaitu Koprol dan di situ bertambah banyak lagi teman baru yang benar-benar baru. Cuma di Google+ yang belum menemukan teman baru. Seperti di dunia maya, dunia nyata (seperti di RS tadi) juga sama. Sewaktu kita menempati daerah masyarakat baru untuk beberapa waktu kita akan menemukan teman baru. Akhirnya semua kembali ke masing-masing individu,
Saya termasuk orang yang jarang sekali masuk Rumah Sakit (untuk menunggu orang sakit). Jadi kali ini adalah pertama kali saya menunggu seorang di RS dalam waktu yang lumayan lama (sekitar 10hari). Karena termasuk golongan yang kurang mampu, nenek ditempatkan di golongan III dimana dalam satu ruangan beliau ditempatkan bersama 6 orang pasien lainnya dengan penyakit masing-masing tapi masih sama-sama penyakit dalam.
Di sana saya bisa sedikit melunakkan hati, bisa sedikit melumerkan hati yang semakin mengeras. Tiap kali dapat jatah jaga, yang pertama kali ada di pikiran saya ketika sampai di RS adalah Alhamdulillah, rasa syukur masih diberi kesehatan, diberi oksigen gratis dan tentunya masih diberi kesempatan untuk hidup. Di sana saya benar-benar bisa belajar bersyukur. Pelajaran satu lagi yang saya dapat di sana adalah kekeluargaan. Pasien di ruangan itu tentunya berganti-ganti sewaktu ada pasien yang masuk atau keluar. Tapi tetap saja siang-malam masing-masing pasien dan atau yang menjaganya akan berinteraksi dengan pasien yang lainnya, paling tidak dengan pasien di sebelahnya. Menurut pengamatan saya, yang paling sering ditanyakan adalah masalah penyakitnya, hubungan keluarga pasien dengan yang menunggu dan alamat. Ada yang ngobrol panjang lebar sampai akrab, ada pula yang ngobrol sekedarnya saja dan lupa begitu keluar dari sana. Dari obrolan lucu seputar pasien yang lain sampai obrolan mengenai borokrasi berobat di RS. Sampai-sampai ada yang minta alamat lengkap untuk berkunjung di lain waktu. Dari seringnya mengobrol kami merasa seperti saudara, saudara senasib, sesakit.
Pertama kali saya kenal internet saya dikenalkan oleh bos saya dengan Yahoo! Messenger, di situ saya jadi kenal dengan teman baru. Lalu mulai kenal dengan blog dan bertambah lagi teman di dunia maya. Setelah blog, kenal dengan jejaring sosial friendster kemudian facebook, di keduanya saya juga mengenal teman-teman baru lagi. Di twitter saya cuma dapat beberapa teman baru, karena kebanyakan dari teman-teman blog dan facebook. Terakhir, mulai tahun 2010 saya bergabung di jejaring sosial buatan lokal yaitu Koprol dan di situ bertambah banyak lagi teman baru yang benar-benar baru. Cuma di Google+ yang belum menemukan teman baru. Seperti di dunia maya, dunia nyata (seperti di RS tadi) juga sama. Sewaktu kita menempati daerah masyarakat baru untuk beberapa waktu kita akan menemukan teman baru. Akhirnya semua kembali ke masing-masing individu,
apakah teman baru itu hanya dijadikan teman di tempat itu atau dijadikan teman di seluruh kehidupanmu.
25 Agustus, 2011
Tetap ngeblog
Dengan saya mengenal social media saya jadi lebih kenal banyak teman dan tidak dipungkiri jad lebih luas wawasan. Tapi sejalan dengan waktu, social media telah membunuhku pelan-pelan. Membunuh keinginan untuk ngeblog, membunuh waktu yang sangat berharga.
Alasan utama kenapa saya masih tetap update blog adalah karena ingin. I'm a blogger and i'm proud of it.
Kalau kata pak Nukman, yang membedakan blogger dengan sosial media salah satunya adalah arsip! Di blog, arsip akan tersimpan dengan baik dan kita akan lebih mudah mencarinya. Beda dengan sosial media, ide-ide yang kita tuang di sosial media akan susah dicari di kemudian hari ketika kita membutuhkannya. Seperti twitter hanya dibatasi 3200 tweet terbaru yang bisa kita lihat (CMIIW), itupun kita akan kesulitan mencari salah satu twit dari beberapa ratus tweet yang lalu.
Apapun tulisannya dan bagaimanapun bahasa kita di blog, asalkan dirasa bermanfaat (baik untuk diri sendiri lebih-lebih untuk orang lain) maka jangan takut untuk berbagi, jangan takut untuk ngeblog. Tidak perlu sering-sering posting, yang penting rutin. :D
Alasan utama kenapa saya masih tetap update blog adalah karena ingin. I'm a blogger and i'm proud of it.
Kalau kata pak Nukman, yang membedakan blogger dengan sosial media salah satunya adalah arsip! Di blog, arsip akan tersimpan dengan baik dan kita akan lebih mudah mencarinya. Beda dengan sosial media, ide-ide yang kita tuang di sosial media akan susah dicari di kemudian hari ketika kita membutuhkannya. Seperti twitter hanya dibatasi 3200 tweet terbaru yang bisa kita lihat (CMIIW), itupun kita akan kesulitan mencari salah satu twit dari beberapa ratus tweet yang lalu.
Apapun tulisannya dan bagaimanapun bahasa kita di blog, asalkan dirasa bermanfaat (baik untuk diri sendiri lebih-lebih untuk orang lain) maka jangan takut untuk berbagi, jangan takut untuk ngeblog. Tidak perlu sering-sering posting, yang penting rutin. :D
12 Agustus, 2011
Rindu itu...
#rindu itu air mata. bahagia. seperti berkaca pada masa.
#rindu itu tak perlu dimengerti, cukup dirasakan. seperti twit ini.
#rindu itu tidak seperti api yang membakar, tapi seperti air yang tenang menyejukkan. juga menghanyutkan.
#rindu itu bukan tentang jarak, tapi tentang waktu.
#rindu itu ketika lupa pada apa yang ia suka.
#rindu itu ketika kamu tidak dapat melakukan sesuatu tentang masa lalu. lamunan yang membunuh sisa waktu.
mestinya kamu tahu, rindu itu candu. jadi kalau tidak berguna buang saja!
http://twitter.com/#!/mardeew/status/81722001668063233
http://twitter.com/#!/mardeew/status/81722362843762688
http://twitter.com/#!/mardeew/status/81724084584587264
http://twitter.com/#!/mardeew/status/81736414202576896
http://twitter.com/#!/mardeew/status/81743359395381248
http://twitter.com/#!/mardeew/statuses/82848323446382592
http://twitter.com/#!/mardeew/statuses/17944538461
08 Agustus, 2011
Kopdar Amal Kopdarloenpia
“Orang yang memberikan hidangan berbuka puasa kepada orang lain yang berpuasa, ia akan mendapatkan pahala orang tersebut tanpa sedikitpun mengurangi pahalanya.” (HR. At Tirmidzi no 807, ia berkata: “Hasan shahih”)
Di bulan Ramadhan ini, kita sebagai muslim tentunya akan berlomba-lomba memburu pahala sebanyak-banyaknya. Di bulan ini, kita diberi kesempatan seluas-luasnya untuk menambah pahala karena Alah Ta'ala sendiri yang akan membalasnya.
“Setiap amal manusia akan diganjar kebaikan semisalnya sampai 700 kali lipat. Allah Azza Wa Jalla berfirman: ‘Kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.’” (HR. Muslim no.1151)Kesempatan yang sangat berharga tersebut tidak boleh kita lewatkan begitu saja. Seperti yang dilakukan oleh komunitas koproller Semarang (Kopdar Loenpia). Mereka mengadakan bakti sosial atau mereka menyebutnya kopdar amal. Kopdar amal ini juga dihadiri oleh beberapa wakil dari komunitas koprol Surakarta (Sukooy). Kebetulan yang menjadi target kali ini adalah Panti Asuhan Baitussalam. Berlokasi di Pedurungan Lor, Kota Semarang dengan jumlah 35 anak (putra putri) di dalamnya yang umurnya bervariasi mulai dari balita sampai sekolah SMA.
Langganan:
Postingan (Atom)


