Tampilkan postingan dengan label share. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label share. Tampilkan semua postingan

30 Maret, 2015

Rezeki Burung-burung

Ternyata sudah lama saya tidak nulis sesuatu di blog ini. Ada pekerjaan baru, anggota keluarga baru, kesibukan baru, dan waktu luang baru yang lebih sedikit. Semoga cerita ini bisa sedikit mengobati kerinduan akan menulis.

Beberapa waktu yang lalu saya diberi mandat oleh ibu untuk menjaga sawah dari burung-burung. Karena biasanya saya berangkat kerja jam 8 atau 9 jadi masih ada waktu sebentar dari selepas subuh. Dan waktu sebentar itu adalah waktu dimana burung-burung sedang lapar. Ada satu hal menarik yang saya amati dari burung-burung tersebut. Mengamati bagaimana mereka menjemput rezeki yang telah dibagikan atas mereka.

Saya berangkat ke sawah sekitar jam 05:30 WIB. Dan itu sudah termasuk kesiangan. Sampai di sawah suasana sudah ramai. Ramai dari teriakan, suara-suara penghalau, dan kicauan burung-burung. Dan saya pun teringat hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam tentang burung dan rezeki.

16 November, 2014

Fenomena ngandroid

Bagi yang hidup di perkotaan, sudah biasa melihat seseorang membawa berbagai macam gadget dengan berbagai macam sistem operasi dan kecanggihannya. Bagi saya yang tinggal di desa pemandangan tersebut sangat langka. Jangankan gadget, untuk mengisi pulsa saja masyarakat sini kadang masih ngutang. Tapi itu beberapa tahun yang lalu.


Kira-kira setahun terakhir ini pemandangan itu berubah. Mungkin karena pergaulan para remaja yang sekolah di kota (kecil) dan mereka yang sudah bekerja di luar kota. Rata-rata mereka sudah mempunyai perangkat atau gadget dengan sistem operasi robot ijo. Karena latah ingin mengikuti perkembangan jaman. Sayangnya tidak diiringi dengan kemampuan mereka dalam mengoperasikannya dan pengetahuan tentang kemampuan handphone tersebut. Tahunya sudah memiliki handphone android dan bisa ngeping itu sudah bagus.

Berikut berapa hal yang (biasanya) tidak mereka tahu tentang android,

21 November, 2013

#SetahunAkberSala3

Akademi berbagi (akber), saya kenal kegiatan ini dari timeline twitter teman-teman +LOENPIA.net Semarang. Setelah itu tahu ternyata penggagasnya +Ainun Chomsun berasal dari Salatiga. Akademi berbagi sudah menyebar ke berbagai penjuru nusantara, tapi anehnya (waktu itu) belum ada di tempat asal mbak Ai yaitu Salatiga. Pernah disuruh jadi relawan akber Salatiga, tapi mengingat pengalaman dan kenalan yang belum cukup saya belum berani. Setelah ada beberapa orang ingin jadi relawan akber Salatiga saya pun memberanikan diri untuk mendaftar menjadi relawan. Ada empat orang (termasuk saya) yang sudah bersedia menjadi relawan. Kami sudah sempat bertemu untuk membicarakan masalah akber, tapi setelah masing-masing mengirim biodata belum juga ada kabar dari Akademi Berbagi pusat juga dari tiga orang yang akan menjadi relawan. Yang satu jarang banget online, yang dua sering ke luar kota. OKESIP. Cukup sekian curhatnya. hehehe...

Sekitar dua bulan setelah kami kumpul, ada kabar mengejutkan dari akun twitter +akademi berbagi. Ada keluarga baru akber, yaitu kota Salatiga. Setelah baca saya tidak kenal satu pun relawannya. Alhamdulillah, setelah sekian lama ada juga yang bersedia menjadi relawan akber Salatiga. Sudah lama saya memimpikan ada kegiatan semacam akber di salatiga ini. Kegiatan yang sudah seharusnya ada di tiap kota. Kegiatan berbagi pengalaman dengan menyenangkan, tidak menegangkan. Kegiatan menimba ilmu tanpa dibebani biaya dan nilai atau target tertentu. Tidak ada yang bayar di kegiatan ini (relawan, guru, peserta, tempat), semua gratis. Walaupun gratis, guru (yang menyesuaikan materi) di akber adalah seorang yang berkompeten di bidangnya. Jadi kita bisa belajar langsung kepada para praktisi di bidangnya masing-masing.

27 Oktober, 2013

Manajemen stress; Sadar Peran

Rata-rata manusia memerankan 20 peran setiap harinya. Dan ternyata masih banyak yang tidak menyadarinya. Salah satu hal yang menyebabkan banyak diantara kita stress adalah tidak sadar peran.

Dari kelas Akademi Berbagi Salatiga pada 19 Oktober 2013 saya disadarkan bahwa tidak sadar peran ini bisa mengakibatkan kekacauan pikiran yang mengakibatkan stress. Sebagai contoh yang terjadi hampir tiap hari, saat di jalan berangkat kerja atau sekolah. Kita berperan sebagai apa? Sebagai pegawai atau murid yang dikejar jam masuk atau sebagai pengguna jalan? Ketidaksadaran peran sebagai pengguna jalan menyebabkan penggunaan jalan yang sembarangan. Belum lagi pikiran yang semrawut sebelum digunakan untuk berpikir di sekolah atau kantor.

Tapi bukan berarti tidak boleh memikirkan yang lain saat mengerjakan sesuatu. Multitasking itu boleh dan bisa dilakukan jika memang mampu. Kemampuan multitasking pada wanita rata-rata lebih tinggi dibandingkan dengan pria. Karena itu pekerjaan rumah tangga yang banyak lebih cocok dikerjakan oleh wanita.

Ketika seorang wanita merasa penghasilan suaminya kurang dan dia merasa mampu menambah penghasilan, ketika itu dia harus sadar kemampuan fisik dan mentalnya. Urusan dapur dan membersihkan rumah bisa saja dibantu pramuwisma, tapi untuk mengurus anak tidak. Peran ibu tidak bisa digantikan oleh wanita karir. Kasih sayang ibu tidak bisa digantikan dengan uang dan kekayaan.

Kalau pun terpaksa harus bekerja, seorang ibu harus sadar peran dan lakukan peran sebaik-baiknya. Ketika di rumah ya lepaskan pikiran dan keruwetan pekerjaan. Jadilah sebenar-benarnya ibu. Jangan korbankan masa depan anak-anak hanya demi harta yang tak seberapa. Lepaskan beban pikiran pekerjaan di luar kantor. Perankan apapun peran dengan baik, sadar diri dan tetap fokus.

19 Agustus, 2013

Jalan Santai dan Nasionalisme

Selama saya tinggal di desa ini, (seingat saya) baru kali ini HUT kemerdekaan RI diperingati dengan jalan santai. Biasanya cuma diadakan lomba untuk anak-anak, misal: makan kerupuk, bawa kelereng dengan sendok, memasukkan pensil ke dalam botol, dan lomba-lomba sejenisnya. Dan untuk kategori dewasa yang kebanyakan pesertanya ibu-ibu seperti balap karung, tarik tambang, goyang balon, dll. Kali ini beda, entah siapa penggagasnya karena saya tidak ikut rembugan karangtaruna. Beberapa lomba di atas masih dilaksanakan, tapi ditambah dengan jalan santai.

Jalan santai adalah hal yang sudah biasa di perkotaan, bukan cuma saat peringatan HUT kemerdekaan RI saja. Peringatan-peringatan hari nasional atau acara khusus dari sponsor produk tertentu sudah biasa melakukan jalan santai dengan hadiah yang beraneka ragam. Untuk pertama kalinya, di desa Tlompakan ini diadakan jalan santai untuk memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 68. Jalan santai diadakan pada tanggal 18 Agustus 2013 mulai jam tujuh pagi. Untuk rute, tentunya beda dengan jalan santai yang biasa kita ikuti atau ketahui. Ini di desa, jadi rutenya bukan cuma gang-gang kecil tapi juga sawah dan kebun! Rute bisa dilihat pada map.

21 Januari, 2013

Pendapat Deddy Corbuzier Tentang Sekolah Indonesia



Berikut saya rangkum rekaman Deddy Corbuzier (yang saya dapat dari facebook) tentang sekolah di Indonesia. Wajib didengar atau dibaca bagi wali murid. Bagus juga untuk renungan guru. Jika ada yang salah mohon dikoreksi.

Pertama, sekolah itu PENTING. Tapi banyak hal yang salah di dalam sekolah, terutama di Indonesia. Anda tahu, banyak anak yang tidak baik di sekolahnya tapi besarnya bisa sukses. Sedangkan anak-anak yang sukses di sekolah (bukannya tidak sukses), mereka bekerja sebagai pegawai biasa. Mengapa? Karena masa depan tidak ditentukan oleh sekolah.

Kalau anda lihat, apa sih yang ingin dibentuk oleh sekolah? Menurut saya (Deddy Corbuzier) hanya satu, sekolah ingin membentuk anak didiknya menjadi guru. Ya, guru matematika ingin anak didiknya menjadi guru matematika dan guru sejarah ingin anak didiknya menjadi guru sejarah. Begitu juga dengan guru-guru lainnya. Misal kita ambil satu guru, guru matematika jika kita tes geografi maka dia tidak akan bisa mendapatkan nilai yang baik. Lalu mengapa jika guru-guru tersebut tidak bisa melakukan hal-hal yang lain dengan baik sedangkan semua murid dipaksa mendapakan semua nilainya baik? Jika gurunya saja hanya menguasai satu mata pelajaran mengapa murid harus mengetahui semua mata pelajaran? Untuk dasar katanya. Toh guru tersebut juga sadar, saat dia dewasa dia tidak menggunakan semua mata pelajaran yang diberikan waktu kecil. Karena pada dasarnya tidak ada manusia yang sempurna dalam segala hal, begitu juga dengan murid-murid. Murid-murid tidak akan bisa menguasai semua hal dengan baik. Dan banyak pelajaran-pelajaran yang diberikan tidak digunakan ketika dewasa.

11 Januari, 2013

Terima kasih


Terima kasih Malaysia telah mengajari kami menghargai budaya bangsa kami sendiri (batik, reog ponorogo, rasa sayange) apabila tanpa pengakuan kalian Negara kami tidak akan pernah menghargai budaya sendiri karena pemudanya disibukkan dengan kebanggan budaya luar.

Terima kasih Malaysia telah menyediakan ribuan lapangan pekerjaan (TKI) disaat kami tidak bisa menyediakan lapangan kerja yang layak bagi saudara-saudara kami (perlakukan mereka dengan lebih layak ya). Terima kasih Malaysia karena telah memberi kami pelajaran arti sebuah sejengkal tanah Negara kesatuan (daerah perbatasan, sipadan ligitan). Mungkin tanpa kalian pemerintah kami tidak akan pernah memperhatikan nasib-nasib daerah perbatasan dan saudara kami di perbatasan.

Terima Kasih Malaysia telah memberikan kami pelajaran arti sebuah kegagalan, arti tidak meremehkan lawan, menerima kekalahan dengan sportif, mengakui kemenangan lawan dengan jantan, arti sebenarnya sebuah pertandingan (Piala AFF & SEA GAMES), semoga pengurus sepakbola di negara kami sadar, menghentikan pertikaiannya. Kita terlalu bangga dengan anggapan bahwa Malaysia dulunya belajar dari Indonesia. Tapi jaman sudah berubah. Pak Guru yang Cuma tamatan SPG/Sekolah Pendidikan Guru (Indonesia) memiliki murid (Malaysia) 30 puluh tahun yang lalu, sekarang Pak guru masih menjadi Seorang Guru yang mulia tetap dengan pendidikan SPGnya dan sang murid telah meraih gelar Doctornya. Kita seharusnya banyak belajar dari Malaysia.

30 November, 2012

Nyontek itu TIDAK DILARANG...

Sudah jadi paradigma sebagian besar masyarakat, bahwa siswa cerdas/pintar itu sama dengan nilai bagus. Jadi supaya dikatakan pintar (maha)siswa melakukan berbagai cara/usaha untuk mendapatkannya. Menyontek salah satunya. Tidak peduli bagaimana cara mendapatkannya, yang penting hasil akhirnya, yang penting terlihat pintar sebagai pelajar. Begitulah yang ada di dalam pikiran mereka, mungkin termasuk kita yang pernah merasakan sebagai siswa. Kesalahan yang sudah terlanjur menjadi kebiasaan tersebut menjadikannya seakan menyontek itu tidak dilarang asal tidak ketahuan.

Lalu siapa yang hendak disalahkan? Sebelum menuduh orang lain, cek dulu diri kita masing-masing. Bisa jadi menyontek jadi kebiasaan karena orang tua mengajarkan kebohongan. Bisa juga karena guru membiarkan anak didiknya melakukan. Menyontek itu hanya masalah kecil, tidak apa-apa. Yang penting kan nilainya bagus semua. Urusan ilmu yang didapatkan itu urusan belakang, toh tidak semua ilmu pelajaran akan diterapkan dalam pekerjaan dan hidup keseharian. Kata-kata sumbang seliweran membisikkan keraguan, mengajarkan kelemahan.

Membohongi diri sendiri atas kemampuannya, membohongi tiap orang yang melihat nilainya. Memanjakan otak, anggurkan ingatan. Percuma terlihat pintar dengan kecerdasan standar. Nilai bagus secara tidak langsung membebani kita dengan tanggung jawabnya. Tanggung jawab kepada penilai dan pembaca nilai, tanggung jawab atas kemampuan kita yang sebenarnya. Trus kalo tidak nyontek nilainya jadi jelek lalu tidak lulus gimana? Ya, ngulang. Itu resiko.. Kalau pengen pintar, ya belajar!

03 September, 2012

Bermain warna dengan KULER

Yang bingung menentukan kombinasi warna untuk sebuah web pasti suka Kuler. Yang suka bermain CSS pasti suka ini. Web yang diciptakan untuk menjawab sebuah kebingungan. Entah darimana asal nama ini, yang jelas saya suka (walaupun belum menerapkannya) dengan web dari adobe ini. Di kuler kita bisa mencari tema warna untuk apa saja. Lengkap dengan kode warnanya, baik itu heksadesimal, RGB atau CMYK. Untuk memakainya kita tidak perlu daftar, tinggal pakai saja. Tapi... ada tapinya nih, untuk menyimpannya atau membagikannya di web kuler kita perlu mendaftar/register.


Pemakaiannya cukup mudah, ada 2 menu ketika akan membuat perpaduan warna. Bisa dari warna bisa diambil dari gambar (upload atau dari flicr). Dari warna sendiri ada 7 sub menu pilihan: analogous, monochromatic, triad, complementary, compound, shades dan custom.

23 Desember, 2011

Punk juga Manusia

Berawal dari berita yang beredar di media Indonesia bahkan sampai Malaysia tentang punk, saya jadi tertarik untuk share. Berbagi cerita sewaktu awal-awal saya mulai menerima gaji. Setahun pertama kali kerja di pinggir jalan, di depan kampus terbesar di kota kecil Salatiga. Cerita waktu saya belum kenal dengan yang namanya email. Cerita masa lalu sekitar tahun 2005 atau 2006 (agak lupa). Lokasi berjualan dekat dengan jalan lampu merah, jalan besar pula. Lokasi yang memang biasanya dijadikan mangkal anak-anak punk untuk ngamen.

Karena hampir setahun hampir setiap hari kami bertemu, secara otomatis saya sedikit kenal dengan beberapa dari anak punk. Cuma kenal aja, bukan sebagai teman dekat apalagi sahabat. Ada 3 orang yang saya cukup kenal waktu itu. Pertama Hoho' (bukan nama sebenarnya), punk yang lama tinggal di Salatiga. Dikenal dengan penunggu kantin kampus. Banyak cewek kampus yang kenal dengannya. Kerjaannya parkir di depan kampus, di depan saya berjualan. Yang kedua, Ucil (bukan nama sebenarnya juga). Kalau dia bukan asli Salatiga tapi waktu itu sering di Salatiga. Sama seperti Hoho', jarang mandi dan ganti pakaian. Ucil ini seperti punk-punk yang saya temui di pinggir jalan lainnya. Dia kadang ke luar kota bersama punk lainnya. Kerjaannya ngamen di warung-warung depan kampus dan kadang di lampu merah (sekitar 50m dari gerbang kampus) dengan lagu wajib Punk Rock Jalanan. Yang ketiga, Amed (bukan nama sebenarnya). Kerjaannya bersama Hoho' jaga parkir (ilegal) di depan kampus. Dia juga dipasrahi beberapa pedagang untuk bongkar/pasang tenda tempat berjualan. Yang membuat beda Amed dari punk lainnya adalah dia sudah punya istri (entah itu istri sah atau tidak), punk juga.

23 November, 2011

Kejujuran dalam contekan

2 hari, tepatnya tanggal 13 dan 20 November 2011 kemarin saya sebagai mahasiswa teladan harus mengikuti UAS yang diselenggarakan oleh pihak universitas dengan persiapan seadanya. Tidak lupa alat tulis menulis: pensil, penghapus, isi cutter (ya,cuma isinya karena cutternya entah kemana), landasan untuk nulis dan tentunya kartu tes. Dengan intensitas belajar yang sangat kurang, persiapan mental juga wajib disiapkan.


Dari dulu guru kita sering mengingatkan masalah yang satu ini, yaitu menyontek. Bukan cuma mengingatkan bahkan ada guru yang mengancam memberi nilai E atau 5 bahkan tidak memberi nilai bagi yang ketahuan menyontek. Syerem! Tapi namanya juga usaha, sebagian murid/mahasiswa tetap saja nekat mencuri-curi waktu dan kesempatan untuk menyontek. Ada beberapa photo yang berhasil saya ambil waktu ujian di Pekalongan 2009 yang lalu, silakan lihat di gallery multiply saya. Ya, mereka menyebut itu sebagai usaha. Tapi apakah usaha yang mereka maksud itu sudah benar? Yang aku tahu dengan menyontek kita telah membohongi diri sendiri dan orang lain. Tidak/kurang percaya pada kemampuan diri sendiri dan terlalu sibuk dengan penilaian orang lain. Sibuk dengan penilaian orang lain tentang nilai yang menentukan prestasi. Harusnya kita sibuk dengan sesuatu yang lebih penting yaitu ilmu. Lulus dengan nilai tinggi hanya menjamin penilaian orang lain terhadap kemampuan atau kepintaran kita, tapi tidak akan menjamin kita akan sukses.

19 Oktober, 2011

Berebut Ikan di Kolam PLTA Timo

Ahad 17 Oktober 2011 adalah hari keberuntungan untuk sebagian orang yang suka mancing atau mencari ikan. Pasalnya Kolam Tandu Harian PLTA Timo hari itu dikuras dan dibersihkan. Yang bertugas membersihkan kolam digilir secara bergantian oleh desa-desa sekitarnya. Kolam itu sendiri dibersihkan biasanya 2 tahun sekali atau sesuai dengan kebutuhan. Jadi, ini termasuk kejadian yang langka. Hanya dengan tiket masuk 20rb kita sudah bisa mencari ikan sepuasnya baik dengan alat jaring, seser maupun dengan alat seadanya (tempat sampah, keranjang, bahkan tangan kosong). Tentunya tidak boleh menggunakan racun, bom, atau listrik dikarenakan kita akan berebut dengan ratusan (mungkin ribuan) orang lainnya di sana.
Lokasi Kolam tersebut berada di Jelok, Kec. Tuntang, Kab. Semarang. Tapi jangan salah, ketika kuras kolam yang datang bukan hanya dari daerah setempat tapi juga dari luar desa bahkan luar kota. Terlihat dari plat nomor kendaraan pengunjung yang bervariasi mulai dari H, K, AB, AD, dll. dengan panjang parkiran mobil (1 jalur) sekitar 1km dan ribuan motor yang parkir sampai-sampai karena tidak muat tempat parkir, jalan raya pun dibuat parkir. Jika ingin datang ke sana baiknya anda datang pagi-pagi supaya dapat tempat parkir yang layak. Bisa dibilang, hari itu adalah pesta rakyat :D Karena hari itu saya sendiri ada urusan yang lebih penting, maka saya tidak ikut mencari ikan dan hanya bisa menikmati kemacetan dan kemuruman ribuan orang beberapa jam saja. Berikut beberapa gambar yang berhasil saya tangkap menggunakan kamera hengpon.

12 September, 2011

Teman dan saudara baru

2 minggu sebelum lebaran nenek saya terpaksa dilarikan dibawa ke rumah sakit karena penyakit di perutnya yang semakin hari semakin menghawatirkan. Terhitung sudah 2 kali dalam setahun ini nenek opname di RS dan tempat yang sama yaitu di RSUD Ambarawa. Mungkin karena tidak pernah kontrol, jadi penyakitnya kambuh lagi.

Saya termasuk orang yang jarang sekali masuk Rumah Sakit (untuk menunggu orang sakit). Jadi kali ini adalah pertama kali saya menunggu seorang di RS dalam waktu yang lumayan lama (sekitar 10hari). Karena termasuk golongan yang kurang mampu, nenek ditempatkan di golongan III dimana dalam satu ruangan beliau ditempatkan bersama 6 orang pasien lainnya dengan penyakit masing-masing tapi masih sama-sama penyakit dalam.

Di sana saya bisa sedikit melunakkan hati, bisa sedikit melumerkan hati yang semakin mengeras. Tiap kali dapat jatah jaga, yang pertama kali ada di pikiran saya ketika sampai di RS adalah Alhamdulillah, rasa syukur masih diberi kesehatan, diberi oksigen gratis dan tentunya masih diberi kesempatan untuk hidup. Di sana saya benar-benar bisa belajar bersyukur. Pelajaran satu lagi yang saya dapat di sana adalah kekeluargaan. Pasien di ruangan itu tentunya berganti-ganti sewaktu ada pasien yang masuk atau keluar. Tapi tetap saja siang-malam masing-masing pasien dan atau yang menjaganya akan berinteraksi dengan pasien yang lainnya, paling tidak dengan pasien di sebelahnya. Menurut pengamatan saya, yang paling sering ditanyakan adalah masalah penyakitnya, hubungan keluarga pasien dengan yang menunggu dan alamat. Ada yang ngobrol panjang lebar sampai akrab, ada pula yang ngobrol sekedarnya saja dan lupa begitu keluar dari sana. Dari obrolan lucu seputar pasien yang lain sampai obrolan mengenai borokrasi berobat di RS. Sampai-sampai ada yang minta alamat lengkap untuk berkunjung di lain waktu. Dari seringnya mengobrol kami merasa seperti saudara, saudara senasib, sesakit.

Pertama kali saya kenal internet saya dikenalkan oleh bos saya dengan Yahoo! Messenger, di situ saya jadi kenal dengan teman baru. Lalu mulai kenal dengan blog dan bertambah lagi teman di dunia maya. Setelah blog, kenal dengan jejaring sosial friendster kemudian facebook, di keduanya saya juga mengenal teman-teman baru lagi. Di twitter saya cuma dapat beberapa teman baru, karena kebanyakan dari teman-teman blog dan facebook. Terakhir, mulai tahun 2010 saya bergabung di jejaring sosial buatan lokal yaitu Koprol dan di situ bertambah banyak lagi teman baru yang benar-benar baru. Cuma di Google+ yang belum menemukan teman baru. Seperti di dunia maya, dunia nyata (seperti di RS tadi) juga sama. Sewaktu kita menempati daerah masyarakat baru untuk beberapa waktu kita akan menemukan teman baru. Akhirnya semua kembali ke masing-masing individu,
apakah teman baru itu hanya dijadikan teman di tempat itu atau dijadikan teman di seluruh kehidupanmu.

08 Agustus, 2011

Kopdar Amal Kopdarloenpia

“Orang yang memberikan hidangan berbuka puasa kepada orang lain yang berpuasa, ia akan mendapatkan pahala orang tersebut tanpa sedikitpun mengurangi pahalanya.” (HR. At Tirmidzi no 807, ia berkata: “Hasan shahih”)
Di bulan Ramadhan ini, kita sebagai muslim tentunya akan berlomba-lomba memburu pahala sebanyak-banyaknya. Di bulan ini, kita diberi kesempatan seluas-luasnya untuk menambah pahala karena Alah Ta'ala sendiri yang akan membalasnya.
“Setiap amal manusia akan diganjar kebaikan semisalnya sampai 700 kali lipat. Allah Azza Wa Jalla berfirman: ‘Kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.’” (HR. Muslim no.1151)
Kesempatan yang sangat berharga tersebut tidak boleh kita lewatkan begitu saja. Seperti yang dilakukan oleh komunitas koproller Semarang (Kopdar Loenpia). Mereka mengadakan bakti sosial atau mereka menyebutnya kopdar amal. Kopdar amal ini juga dihadiri oleh beberapa wakil dari komunitas koprol Surakarta (Sukooy). Kebetulan yang menjadi target kali ini adalah Panti Asuhan Baitussalam. Berlokasi di Pedurungan Lor, Kota Semarang dengan jumlah 35 anak (putra putri) di dalamnya yang umurnya bervariasi mulai dari balita sampai sekolah SMA.

02 Juli, 2011

Pasar Jalan Baru Salatiga

Atau lebih dikenal dengan Pasar JB (jalan baru) ini letaknya di pinggir kota Salatiga. Tepatnya antara perempatan Pulutan dan perempatan Candran di jalan yang rencananya akan dijadikan jalur tol Semarang - Solo. Saya sendiri kurang tahu kapan pasar ini mulai ramai penjual dan berapa tepatnya panjang jalan yang digunakan sebagai lokasi pasar. Kalau tidak salah hampir 1km panjangnya dan yang jelas pasar ini ada karena pembangungan jalan tol Semarang - Solo. Lalu apa bedanya pasar ini dengan pasar pada umumnya?

Namanya juga pasar dadakan, tentunya tidak ada tenda atau ruko yang tetap, kecuali beberapa warung/bangunan di sebelah timur yang kebetulan berdekatan dengan rumah warga. Pasar JB ini hanya ada di waktu tertentu yaitu pada pagi hari setelah subuh (sekitar jam 05:00) sampai matahari mulai menyengat (sekitar jam 09:00-10:00). Waktu yang tepat untuk berkunjung ke sana adalah hari libur pukul 06:00 - 07:00 karena pada waktu itu sedang ramai-ramainya dan belum terasa panasnya mentari pagi. Pasar ini memang ada pada waktu tertentu tapi tidak produk tertentu. Walaupun bisa dibilang sama-sama pasar pagi, pasar JB tidak seperti pasar pagi di depan Pasar Raya Salatiga yang buka mulai dini hari sampai habis subuh (sekitar pukul 6 pagi) yang hanya menyediakan sayur-mayur dan makanan kecil. Di pasar JB ini kita bisa menemukan segala kebutuhan sehari hari. Mulai dari makanan (cemilan maupun sarapan), pakaian (dari celana pendek, kaos kaki, sampai jaket), mainan anak-anak, konter pulsa sampai dealer motor pun ada. Pernah saya sekali menjumpai ada stand ramalan tarot dan konser musik amal.

16 Juni, 2011

Angry Birds For Chrome

Angry Birds adalah salah satu game yang booming pada awal tahun lalu. Game yang pertama rilis untuk Apple iOS ini banyak digemari apalagi setelah rilis untuk android, PC dan platform lainnya. Saya termasuk salah satu yang ketinggalan info ini, pada awal bulan lalu game ini sudah bisa dinikmati di browser google Chrome. Dan saya baru tahu minggu ini :D Tidak apa-apa, yang penting bisa membunuh rasa penasaranku. ehehehe..

Langsung saja, bagi yang ingin mencobanya silakan instal Apps Angry Birds di Chrome via Web Store. Untuk memainkannya kita harus dari level awal, tidak bisa loncat-loncat. Jika ingin membuka semua level tanpa melewati per level coba tipsnya dari Darmawan berikut ini.

04 April, 2011

Danbo

Danbo singkatan dari Danboard dan merupakan ciptaan yang inovatif oleh penulis komik Yotsuba bernama Azuma Kiyohiko. Kostum robot Danbo terbuat dari kardus, di mana Miura akan bergerak ketika ada koin yang dimasukkan ke dalam slot di sisi kiri dada. Revoltech merilis Danboard ini setinggi 13cm yang memiliki mata yang menyala ketika tombol di sisi kanan kepala ditekan. Miura.

Uniknya danbo ini adalah bentuknya yang dapat dirubah seperti manusia, tapi dalam ukuran mini. Setiap posenya bisa mewakili emosi manusia pada umumnya. Jadi, seperti kardus yang memiliki emosi. Tidak heran jika Danbo ini dijadikan salah satu objek para fotografer amatir maupun profesional. Anda bisa membeli Danbo ini di Amazon, Facebook atau Kaskus (silakan pilih dan cari sendiri). Atau kalau tidak pengen beli, kita bisa membuat sendiri dengan pola di bawah ini.

http://j.mp/gRhwaP

Atau jika pola tersebut terlalu rumit, bisa coba pola di bawah ini yang lebih sederhana.

23 Maret, 2011

Kesombongan Komunitas Jejaring Sosial

Media sosial bisa dibilang sudah menjadi kebutuhan sehari-hari bagi sebagian orang. Media sosial dijadikan sebagai salah satu lahan untuk berinteraksi sesama penggunanya, seperti halnya di dunia nyata. Saling menyapa, berkomentar dan berbagi informasi. Salah satu bentuk media sosial yang berkembang pesat adalah jejaring sosial. Hal yang mendorong seseorang untuk ikut dalam jejaraing sosial adalah kita bebas menjadi apa dan siapa saja di sana, bebas menyampaikan pendapat secara terbuka.

Menurut Antony Mayfield dari iCrossing, media sosial adalah mengenai menjadi manusia biasa. Manusia biasa yang saling membagi ide, bekerjasama, dan berkolaborasi untuk menciptakan kreasi, berfikir, berdebat, menemukan orang yang bisa menjadi teman baik, menemukan pasangan, dan membangun sebuah komunitas. Intinya, menggunakan media sosial menjadikan kita sebagai diri sendiri.

Seperti halnya dalam dunia nyata, kumpulan orang di jejaring sosial yang mempunyai kesamaan hobi/minat, tujuan atau kesamaan regional akan cenderung untuk membuat suatu komunitas. Sesama anggota dalam komunitas biasanya akan lebih akrab dibanding dengan orang di luar anggota komunitas. Dalam jejaring sosial yang sama, keakraban dalam komunitas dan besarnya komunitas tidak jarang membuat iri orang di luar anggota yang menjadikan mereka ingin pula ikut di dalamnya. Ingin merasakan juga canda tawa bersama.

Sikap iri tersebut biasanya datang dari pendatang baru di jejaring sosial atau bahkan di dunia online. Sebagai pendatang baru (newbie), biasanya memandang mereka yang ikut dalam komunitas hanya berinteraksi sesama komunitasnya, sibuk ngobrol sendiri antar anggota komunitas. Sehingga terlihat seperti geng dan menimbulkan eksklusifisme. Newbie jadi merasa dicuekin dan merasa yang ikut komunitas sok gaul, cool dan 'sombong'. Padahal tidak semua anggota komunitas memiliki sifat yang disebutkan itu.

12 Maret, 2011

Twitter for Firefox and Google Chrome

Bagi yang sehari-hari bekerja dengan browser (ingat, bekerja..bukan nyambi kerja) tentunya ada keinginan untuk magabut disela-sela waktu kerja yang memusingkan tapi disamping itu pengen juga pekerjaannya tidak terganggu. Salah satu pilihan magabut untuk menghilangkan penat adalah sosial media. Di sana kita bisa berinteraksi dengan teman online yang lain.

Supaya tidak mengganggu pekerjaan, diperlukan aplikasi sosial media (terutama twitter) pada browser yang sudah mencakup semua tanpa harus membuka halaman (URL) yang bersangkutan. Ketika menggunakan firefox, Add-ons untuk twitter yang saya gunakan adalah echofon. Sambil bekerja minum air.. #eh. Maksudnya sambil bekerja kita tetap bisa memantau Timeline kapan pun tanpa beralih ke tab yang lain.
Add-ons echofon berada di bar bawah sebelah kanan. Dengan penggunaan yang mudah membuat Add-ons yang satu ini jadi favorit banyak orang. Dengan Add-ons sekecil itu sudah mencakup berbagai fuungsi yang ada di web twitter mulai dari reply, retweet, DM bahkan bisa retweet with comment yang banyak digunakan oleh para retweet abuser.

29 September, 2010

Kumpul Karena Koprol

Berbagai macam sosial media, membuat kita semakin banyak pilihan. Mulai dari yang paling Facebook, Twitter, Plurk sampai dengan buatan Indonesia, Koprol telah membius manusia-manusia dari dunia lain (dunia maya) untuk menyelam ke dalamnya. Di dunia maya khususnya sosial media, kita bisa menjadi apa dan siapa saja. Bisa menjadi apa yang kita mau. Sosial media, khususnya koprol akhir-akhir ini semakin digemari oleh pengguna dunia maya. Apalagi setelah diiklankan di televisi. Makanya, tidak heran jika sosial media buatan Indonesia ini sampai diakuisisi oleh Yahoo! Perbedaan sosial media Koprol dengan yang lainnya, yang mendasar Koprol adalah sosial media yang berbasis tempat/lokasi yang pertama di Indonesia.

Dengan Koprol kita bisa tahu siapa saja yang ada di sekitar kita dan apa yang orang lakukan di suatu tempat. Saat ini sudah banyak komunitas koprol bermunculan seiring dengan bertambahnya pengguna koprol, biasanya komunitas dibentuk berdasarkan wilayah. Seperti Kopdar Loenpia, KOProller DAeRah LOENPIA (Semarang & Sekitarnya) yang saat ini saya ikuti. Kesan pertama saat ikut kopdar pertama di kopdar loenpia yang ketiga tgl 26 September kemarin, RAME! (ya iyalah rame, banyak orang) dan kenyang :D