30 Agustus, 2014

Dari Operator Server ke Operator Radio

Untuk ke sekian kalinya saya pindah pekerjaan tanpa melalui proses melamar. Merasakan melamar pekerjaan swasta cuma dua kali, yang satu gagal pada waktu wawancara, satunya diterima karena pekerjaan tidak membutuhkan keterampilan khusus. Segala puji bagi Allah Ta’ala yang telah memberiku kemudahan dalam mendapatkan pekerjaan.

Tiga kali bekerja di tempat dan bos yang berbeda tapi pada bidang yang sama, server pulsa. Sembilan tahun menggeluti bidang yang sama, pulsa. Tapi masih sering lupa jika ditanya harga dasar pulsa. Bersyukur banyak ilmu yang saya dapatkan selama bekerja di server pulsa. Mulai dari server pulsa sendiri, media sosial, web, software dan sedikit tentang hardware komputer.

22 Juli, 2014

Gua Rong View; 5 Gunung di Depan Mata

Keinginan saya pun akhirnya terpenuhi setelah beberapa bulan yang lalu mendengar cerita saudara dan teman yang sudah berkunjung ke Goa Rong View, ada yang menyebutnya Bukit Rong, Bukit Goa Rong, dll. Sebenarnya -kalau tidak salah- 10 tahunan yang lalu sudah pernah ke sana, tapi keadaan dan suasananya sekarang sudah jauh berbeda. Lokasinya tidak jauh dari rumah, hanya nyeberang ke desa sebelah sudah sampai. Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.


Dari namanya Goa Rong View menawarkan pemandangan yang menakjubkan dari atas bukit. Dari bukit yang tidak terlalu tinggi ini terlihat jelas Rawa Pening dan jika beruntung bisa melihat lima gunung berjajar dari utara ke selatan: Merapi, Telomoyo, Ungaran, Sindoro, dan Sumbing. Cuaca saat itu sangat cerah, tapi cuma di sekitar situ saja. Gunung-gunung masih tertutup awan, alhamdulillah Rawa Pening masih terlihat jelas dan pemandangan juga tidak mengecewakan.

Namanya memang Goa Rong, tapi setelah sampai ke puncak anda tidak akan menemukan Goa/Gua yang dimaksud di sekitar situ. Dari puncak ada jalan turun kecil menuju gua, tapi saya sendiri belum mencobanya karena cukup jauh. Jika ingin melihat guanya, bisa dari bawah di pertengahan perjalanan menuju puncak bukit ada jalan setapak sedikit naik. Dari situ cukup naik sekitar 10 meter sudah sampai ke mulut gua. Gua Rong memang kecil dan kurang menarik, makanya yang dijual bukan Goa Rong-nya tapi View-nya yang di puncak bukit.


Selain restoran, di Goa Rong View ada taman bermain untuk anak-anak, gazebo-gazebo yang diberi nama gunung-gunung sekitar, tempat duduk di bawah pohon rindang yang sejuk dan sejumlah burung di dalam sangkar cukup besar yang meramaikan suasana. Tempat parkir sudah cukup luas untuk tempat wisata kecil seperti itu, tapi mungkin akan becek jika musim hujan tiba. Untuk naik ke bukit tidak harus jalan kaki, bisa menggunakan mobil atau motor dengan jalan yang cukup mulus dari bawah bukit.


Sepertinya potensi wisata Goa Rong akan terus naik, seiring semakin banyaknya orang sekitar Salatiga-Semarang yang tahu keberadaannya. Semoga pemerintah tanggap untuk memperlancar jalur transportasi menuju Goa Rong, menghaluskan jalan dan memberi tanda yang jelas di pinggir jalan besar. Tempat wisata yang cukup murah meriah untuk sekedar melepas penat bagi warga sekitar Tuntang. Cukup tiga ribu rupiah per orang dan dua ribu rupiah per motor (untuk mobil kurang tahu).

Selanjutnya, jalan-jalan ke mana lagi kita?

09 Juni, 2014

Sunrise Pantai Bandengan dan Kartini

Kali kedua ini, saya bersyukur bisa menikmati sunrise di Pantai Bandengan. Karena rumah paman masih di wilayah Bandengan, jadi jika ke sana belum ke pantai rasanya ada yang kurang. Sunrise pertama saya nikmati bersama ibu dan ponakan, yang kedua bersama istri. Pertama saya agak kaget, ternyata jam 6 pagi udah ada petugas yang narik tiket masuk. Tambah kaget lagi ternyata pantai sudah rame sepagi itu, mungkin karena waktu itu hari libur.

Berangkat pukul 6 pagi dari rumah saudara, biasanya saya ditemani ponakan atau paman. Kalau bersama mereka biasanya tidak bayar, karena orang Bandengan. Kali ini saya berangkat bersama istri saja, alhamdulillah tidak nyasar. Tips dari ponakan (bibi juga) kalau mau ke pantai ga usah pakai helm dan ngomong saja sama petugasnya bahwa saya orang Bandengan. Kira-kira 15 menit perjalanan kami sudah sampai di pintu masuk, belum juga ngomong kami sudah diceramahi dulu (mungkin karena kami tidak pakai helm); kalau memang orang Bandengan ya ngomong, jangan asal nyelonong, nanti ada kecemburuan kalau yang antri di belakangnya orang dari luar. Alhamdulillah kami bisa masuk tanpa harus bayar.

27 Mei, 2014

Gua Kiskendo dan Curug Klenting Kuning

Kiskendo adalah gua yang ada di Trayu, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal. Gua ini terletak agak terpencil, untuk menuju ke sana jalur transportasinya belum mulus. Yang kedua (Klenting Kuning) ada di Kemawi, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang. Jadi ceritanya kemarin itu setengah hari mengunjungi dua tempat wisata di dua kabupaten.

Dengan penuh perjuangan melewati jalur dengan banyak ranjau di jalan menuju Gua Kiskendo akhirnya kami sampai. Di tempat parkir cuma ada beberapa kendaraan roda dua dan satu mini bus. Sepi. Perjalanan dari parkiran sampai ke gua tidak jauh, cukup 5 menit sudah sampai. Sampai di gua kita akan dihadapkan dengan pintu gua yang cukup besar. “Cuma ini?” pikirku waktu itu, ternyata masih ada gua selanjutnya dengan melewati jalan kecil. Di gua selanjutnya ada beberapa gua-gua kecil dengan tinggi 0,5 sampai dengan 1 meter. Gua besarnya cuma satu (setahuku) tapi saya tidak masuk karena ada aliran sungai di bawahnya. Yang membuat menarik gua ini adalah Ray of Light, garis-garis cahaya yang muncul dari atas ke dalam gua.

17 Mei, 2014

Berbagi Bahagia


Di media sosial beberapa teman sering kali update mengenai hubungan (status), pernikahan, kelahiran, piknik ke luar negeri atau luar pulau. Atau sejumlah kebahagiaan yang lain. Mulai dari update text, foto sampai video. Kebahagiaan itu menular, makanya mereka berbagi. Berharap bahagia yang mereka rasakan juga menular yang lain. Jika ada yang bertujuan untuk pamer, menunjukkan dirinya bisa, atau kesombongan yang lain itu mungkin sebagian kecil yang lain. Semoga kita bukan termasuk yang di dalamnya.

Sebagian yang lain lagi memilih untuk diam. Media sosial bukan untuk tempat untuk mengumbar. Ada yang memanfaatkannya untuk berdagang, berbagi/mencari ilmu, atau sekedar stalking akun-akun tertentu. Memilih untuk menjadi anonymous di dunia online. Apapun pilihannya, menjadi diri sendiri atau bersembunyi yang penting tujuannya baik. Dan semoga ditempuh dengan cara yang baik pula. Itu sudah cukup. Diam atau bicara, menunjukkan diri atau bersembunyi, jika dilakukan pada saat yang tepat sama saja bisa memberi pengaruh yang baik.