19 Mei, 2015

Mungkin Lupa Bersyukur

Kita mungkin lupa bersyukur
Sehingga nikmat terasa jauh

Mungkin mata memandang yang tak semestinya
Sehingga malas membaca kitab-Nya
Mungkin telinga sering mendengar yang menelakan
Sehingga tuli dari nasehat kebaikan
Mungkin perut diisi yang haram
Sehingga doa tak juga dikabulkan
Mungkin tangan memegang yang bukan haknya
Sehingga berat membantu saudara
Mungkin kaki melangkah ke arah yang salah
Sehingga lemas berangkat ibadah

Mungkin benci menguasai
Sehingga kebaikan diabaikan
Mungkin nafsu merajai
Sehingga hilang akal dan iman
Mungkin dunia jadi tujuan utama
Sehingga lupa akhirat adalah kampung kita

Kemungkinan segala hal yang terjadi sebagai bahan introspeksi. Merendahkan, menghinakan, menundukkan diri di hadapan penggenggam hati. Berharap (sedikit) perubahan segera terjadi.

07 April, 2015

365 Hari

Mungkin tidak tepat 365 hari, tapi kira-kira sudah setahun status suami ada pada saya walaupun status di KTP masih tertulis "Belum Kawin". hehehe.. Tidak terasa.... ya, tidak terasa sudah ratusan hari saya ditemani seseorang yang sebelumya tidak saya kenal sama sekali. Sudah 12 bulanan saya membawa anak orang ke rumah (ortu) saya. Jadi saya datang menemui bapaknya, bilang padanya bahwa saya akan membawa anaknya ke rumah saya padahal beliau dan keluarga sebelumnya tidak mengenal saya. Alhamdulillah keluarganya percaya pada saya atas saran dari calon istri (waktu itu). Dan sampai sekarang (masyaaAllah) saya masih heran, bagaimana Allah Ta'ala mengatur semua keajaiban ini.


Kata sebagian orang menikah itu tidak enak, tapi enak sekali atau ueeenak! Kata saya, menikah itu sebuah keajaiban. Salah satunya seperti yang saya paparkan tadi. Lalu segala rutinitas kita sehari-hari akan berubah setelah adanya pasangan kita, tambah satu anggota keluarga. Dan akan berubah lagi setelah nambah satu anggota keluarga (yaitu anak).

Seperti yang diucapkan orang-orang beberapa bulan pertama adalah bulan-bulan yang sangat indah dimana cinta yang sebenarnya kita rasakan, kita ungkapkan dan kita terima. Di bulan-bulan berikutnya kita baru akan sedikit demi sedikit mengerti pasangan kita. Satu per satu rahasia dan sifat asli pasangan akan terungkap.

30 Maret, 2015

Rezeki Burung-burung

Ternyata sudah lama saya tidak nulis sesuatu di blog ini. Ada pekerjaan baru, anggota keluarga baru, kesibukan baru, dan waktu luang baru yang lebih sedikit. Semoga cerita ini bisa sedikit mengobati kerinduan akan menulis.

Beberapa waktu yang lalu saya diberi mandat oleh ibu untuk menjaga sawah dari burung-burung. Karena biasanya saya berangkat kerja jam 8 atau 9 jadi masih ada waktu sebentar dari selepas subuh. Dan waktu sebentar itu adalah waktu dimana burung-burung sedang lapar. Ada satu hal menarik yang saya amati dari burung-burung tersebut. Mengamati bagaimana mereka menjemput rezeki yang telah dibagikan atas mereka.

Saya berangkat ke sawah sekitar jam 05:30 WIB. Dan itu sudah termasuk kesiangan. Sampai di sawah suasana sudah ramai. Ramai dari teriakan, suara-suara penghalau, dan kicauan burung-burung. Dan saya pun teringat hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam tentang burung dan rezeki.

16 November, 2014

Fenomena ngandroid

Bagi yang hidup di perkotaan, sudah biasa melihat seseorang membawa berbagai macam gadget dengan berbagai macam sistem operasi dan kecanggihannya. Bagi saya yang tinggal di desa pemandangan tersebut sangat langka. Jangankan gadget, untuk mengisi pulsa saja masyarakat sini kadang masih ngutang. Tapi itu beberapa tahun yang lalu.


Kira-kira setahun terakhir ini pemandangan itu berubah. Mungkin karena pergaulan para remaja yang sekolah di kota (kecil) dan mereka yang sudah bekerja di luar kota. Rata-rata mereka sudah mempunyai perangkat atau gadget dengan sistem operasi robot ijo. Karena latah ingin mengikuti perkembangan jaman. Sayangnya tidak diiringi dengan kemampuan mereka dalam mengoperasikannya dan pengetahuan tentang kemampuan handphone tersebut. Tahunya sudah memiliki handphone android dan bisa ngeping itu sudah bagus.

Berikut berapa hal yang (biasanya) tidak mereka tahu tentang android,

30 September, 2014

#matikata; Penyihir kata

Bejana buta beserta isinya menasehati pemiliknya
Kata-kata penyihir menidurkan akal pikiran
Peminta mengangguk menikuti irama nada bicara
Lalu ikuti apapun perintahnya
Hingga minum comberan samping rumahnya

Akal mati
Otak berhenti
Pikiran fokus satu tujuan
Yang lain tak dipedulikan
Tak kenal lagi siapa itu iman

Penyihir kata tertawa,
puas nikmati hasil cuap-cuapnya
Setan terbahak keras,
dapatkan lagi satu pengikutnya

Ketidaktahuan, jadi kefanatikan
Kesombongan, penolakan atas kebenaran
Kesengsaraan hati dan pikiran