22 Desember, 2013

Jumog wa Tahura

Akhirnya (keingingan berbulan-bulan) kesampaian juga ke air terjun satu ini, Jumog. Sesuai dengan foto hasil pencarian di google, keren dan tidak menipu. Bersih, asri dan tentunya sejuk. Banyak tempat untuk nongkrong lesehan dan bercanda hahahihi dengan teman-teman. Untuk Tahura tidak banyak yang bisa dinikmati selain jalan-jalan menikmati rindangnya pepohonan. Ada bumi perkemahan di sana, tapi belum pernah lihat penampakannya apalagi merasakannya.


Dadakan sering kali menyenangkan, tapi kadang menyebalkan juga. Kurangnya persiapan dan info menghasilkan kejutan-kejutan yang bisa menyanangkan, bisa juga membuat penyesalan. Malam dapat pesan whatsapp, paginya berangkat. Tujuan pertama Air Terjun Jumog, berada di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Satu komplek (dekat) dengan Candi Sukuh.

Memang tak sebesar dan setinggi Air Terjun di Tawangmangu, tapi tak kalah indah dengannya. Malah menurutku lebih cakep di Jumog. Juga lebih tenang di sini, pengunjung dan penjual tidak terlalu ramai. Cukup dengan uang lima ribu sudah bisa menikmati indahnya Jumog. Dua ribu untuk parkir dan tiga ribu untuk tiket masuk ke lokasi air terjun. Jangan kawatir, jarak parkiran dan air terjun cukup dekat. Cuma jalannya agak menurun.

Kata teman ada yang baru di sini, jembatan. Dulunya belum beton, sekarang lebih bagus. Dan sepertinya beberapa bagian masih akan diperbaiki. Terlihat dari seorang bapak yang sepertinya membuat jalan di dekat kucuran air terjun. Semoga tetap dirawat tapi tidak merubah keindahannya. Sebagai pengunjung semoga tetap menjaga kebersihannya.

Puas menikmati dinginnya air jumog dan nikmatnya sate kelinci kami menuju ke tempat wisata selanjutnya, TAHURA (Taman Hutan Raya). Tempatnya persis di sebelah candi Sukuh (parkirnya sama). Saya membayangkan itu sebuah taman besar diantara hutan rakyat gitu. Ternyata saya salah.

Dari pintu masuk menuju lokasi memakan waktu cukup lumayan untuk sekedar melemaskan sendi-sendi lutut. Di tengah perjalanan kami mampir di taman bougainville (bugenvil). Jangan dibayangkan anda akan menikmati rimbunan warna-warni bunga bugenvil, jangan. Di sini anda hanya bisa menikmati sisa-sisa (yang katanya) taman. Tapi alhamduillah setidaknya masih tersisa dua tanaman bugenvil. Tidak adanya perawatan taman mungkin disebabkan kurangnya pengunjung, jadi (mungkin) males. Kurangnya pengunjung bisa jadi karena kurangnya sosialisasi dari pemerintah setempat.

Taman bugenvil sudah (cuma lewat foto-foto), sekarang lanjut ke Tahura yang sebenarnya. Di tepi jalan kami melihat ada papan iklan yang cukup besar menggambarkan tentang Tahura. Tertulis:  
Kawasan pelestarian alam untuk tujuan koleksi tumbuhan dan atau satwa yang alami atau buatan.....
 Di bawah tulisan ada gambar tumbuhan dan hewan (kijang). Sampai sekarang masih belum mengerti maksud buatan itu yang bagaimana. Dan setelah sampai di Tahura, saya merasa tertipu dengan gambar yang kami temui sebelumnya. Di sana tidak ada kijang atau kancil atau hewan apa itu yang ada di gambar. Koleksi hewan yang saya temui di sana itu cuma burung merpati dan ayam. Iya, AYAM. Kalau cuma ayam saja tiap hari saya lihat ayam di rumah. Tapi untuk koleksi tumbuhan ada lumayan banyak. Banyak jumlahnya, jenisnya tidak begitu banyak. Kebanyakan jenis tumbuhan besar. Sebagian tempat di Tahura dimanfaatkan untuk pembibitan beberapa jenis tumbuhan.

Di sana juga ada beberapa gazebo untuk istirahat, tersebar di sekitar kantor Tahura. Sepertinya cocok untuk lokasi pemotretan foto pre wedding. Ada beberapa mainan untuk sarana bermain anak-anak, tapi ya gitu. Karena pengunjungnya sangat sedikit, jadi dengan perawatan seadanya. Ada juga bumi perkemahan, tapi kami tidak sempat melihat bagaimana penampakannya. Walaupun sepertinya masih dibangun, tapi saya tidak tertarik untuk ke Tahura lagi. Kecuali jika memang sudah benar-benar berubah.

Sebelum pulang kami menyempatkan diri mampir di kebun teh Kemuning (lagi). Sekedar untuk makan cilok sambil foto-foto menikmati hamparan hijau kebun teh. Sempat terkendala pemilihan lokasi istirahat, tapi alhamdulillah berhasil mengusir satu pasangan yang sedang pacaran :D

Mungkin karena terbiasa ngekor temen dan sifat pelupa, untuk ke sekian kalinya pulang dari Karanganyar masih aja bisa nyasar. Kali ini nyasar ke Taman Balekambang. Hahahaha..

Adakah tempat wisata di Solo atau Karanganyar atau sekitarnya yang belum saya kunjungi? Ada rekomendasi?

NB: wa (bahasa arab) dalam judul positing artinya dan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar