30 Januari, 2014

(Bukan) Taman Jurug

Mungkin saya menjadi salah satu korban lagu campursari ini, Taman Jurug. Yang benar Satwa Taru Jurug atau Kebun Binatang Jurug. Kebun binatang ini berada di Solo, tepatnya di Jl. Ir. Sutami No. 40 (Jebres), Surakarta, Jawa Tengah. Cukup mudah dijangkau karena berada di pinggir jalan besar. Sila cek map saja biar jelas :)


Berawal dari pertanyaan adik tentang tempat wisata di daerah Solo dan sekitarnya yang menarik. Dari beberapa pilihan, kami memutuskan Jurug karena tempat itu yang sepertinya paling menarik untuk semua kalangan. Tujuan utama piknik ini untuk merayakan ulang tahun adik sekaligus anaknya (3thn) yang selang beberapa hari. Sekalian mengajak keluarga mengunjungi saudara di dekat Bonbin Jurug.

Setelah masuk melalui loket pertama kali kita akan disuguhi binatang khas kebun binatang, gajah. Kalau berani ada dua ekor gajah yang siap ditunggangi ditemani pawangnya. Lima ribu sekali puter, tapi ya cuma beberapa meter :D Selanjutnya berbagai macam burung terlihat dalam sangkar yang besar. Walaupun tidak lengkap tapi sudah cukup banyak macamnya.
Rute selanjutnya terlihat kolam cukup besar yang menyita perhatian kami. Akhirnya saya nyewa perahu bebek, nuruti ajakan sepupu. Sebenarnya bukan bebek sih, tepatnya perahu kura-kura. Hehehe.. Kalau saya lebih tertarik dengan pulau mini yang ada di tengah kolam. Ternyata itu semacam penangkarang orang utan (?). Sayang sekali dipinggiran kolam yang dekat dengan jalan agak terlihat kumuh, sampah  menumpuk yang sepertinya sengaja lama didiamkan begitu saja membuat pemandangan sedikit terganggu. Dan ini pengalaman pertama saya naik perahu bebek, sayangnya sama sepupu bukan sama anu :D Satu putaran kolam lima ribu. Rata-rata perahu bermuatan dua orang, atau tiga dengan satu balita. Ada satu perahu dengan empat tempat duduk, tapi kurang tahu harganya apakah sama atau tidak.

Sekitar lima puluh meter berjalan saya masih bertanya dalam hati, "katanya bonbin, kok hewannya cuma segini?". Dan pertayaan saya terjawab setelah melihat sekerumunan orang melihat sebuah kandang, ternyata isinya kudanil yang cuma terlihat punggungnya. Mungkin dia capek. Masuk lebih dalam baru terlihat berbagai macam hewan yang lain. Harimau, buaya, rusa, ular, orang utan, onta, dan lain-lain. Jika di dekat pintu masuk tadi kita bisa nik gajah, di sini kita bisa naik onta. Yang menarik perhatian saya selain hewan-hewan di sini adalah pengunjungnya. Kalau menurut sepupu saya, mereka itu buta huruf. Tidak bisa membaca peringatan untuk tidak memberi makan hewan kebun binatang. Nyatanya masih terlihat beberapa pengunjung memberi makan orang utan dan monyet.

Ponakan sudah terlihat capek keliling kebun binatang (kami yang mengikuti sebenarnya juga sudah capek plus lapar. Di Jurug ini tidak ada shortcut atau jalan khusus untuk keluar atau kembali ke lokasi awal, jadi harus muter melalui jalan yang kita lewati tadi. Dalam perjalanan kembali kita sudah ditunggu oleh keluarga lainnya. Waktunya makan siang. Perlengkapan makan tidak kami bawa masuk karena terlalu berat, jadi kami ambil dulu di mobil. Sebagian yang lain mencari lokasi yang pas. Ini pertama kalinya saya piknik keluarga, makan bersama mereka di tempat wisata.

Secara garis besar ini memang kebun binatang yang kurang menarik bagi saya. Kurangnya perhatian terhadap hewan peliharaan. Kondisi beberapa hewan dan kandang yang menyedihkan. Jenis hewan yang kurang lengkap. Tapi saya masih bisa menikmati piknik keluarga kali ini. Suatu saat ingin piknik lagi dengan anggota keluarga yang lain :)

Kemanapun anda pergi, di mana pun anda berdiri, tetap jaga kebersihan, hormati alam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar