09 Juni, 2014

Sunrise Pantai Bandengan dan Kartini

Kali kedua ini, saya bersyukur bisa menikmati sunrise di Pantai Bandengan. Karena rumah paman masih di wilayah Bandengan, jadi jika ke sana belum ke pantai rasanya ada yang kurang. Sunrise pertama saya nikmati bersama ibu dan ponakan, yang kedua bersama istri. Pertama saya agak kaget, ternyata jam 6 pagi udah ada petugas yang narik tiket masuk. Tambah kaget lagi ternyata pantai sudah rame sepagi itu, mungkin karena waktu itu hari libur.

Berangkat pukul 6 pagi dari rumah saudara, biasanya saya ditemani ponakan atau paman. Kalau bersama mereka biasanya tidak bayar, karena orang Bandengan. Kali ini saya berangkat bersama istri saja, alhamdulillah tidak nyasar. Tips dari ponakan (bibi juga) kalau mau ke pantai ga usah pakai helm dan ngomong saja sama petugasnya bahwa saya orang Bandengan. Kira-kira 15 menit perjalanan kami sudah sampai di pintu masuk, belum juga ngomong kami sudah diceramahi dulu (mungkin karena kami tidak pakai helm); kalau memang orang Bandengan ya ngomong, jangan asal nyelonong, nanti ada kecemburuan kalau yang antri di belakangnya orang dari luar. Alhamdulillah kami bisa masuk tanpa harus bayar.


Tidak ada lokasi khusus parkir di sini, tinggal parkir saja di sepanjang pinggir jalan. Tapi harus diperhatikan terutama bagi pengendara sepeda motor, ada beberapa lokasi parkir tertulis parkir kereta. Maksudnya adalah kereta wisata. Dari lokasi parkir sudah terlihat dengan jelas laut biru. Karena termasuk pantai utara yang tenang, suara ombak tidak jelas terdengar. Sampai di pinggir pantai kami langsung memandang ke sebelah timur. Apalagi kalau bukan ciptaan Allah yang sudah sepatutnya kita syukuri, matahari. Dengannya kita bisa melihat salah satu ciptaan-Nya yang indah pada dua waktu yang banyak orang tunggu, saat terbit dan terbenam.

Tepat sebelum pintu masuk pantai ada dua hotel yang bisa digunakan bagi mereka yang ingin menginap untuk menikmati sunset dan sunrise. Tidak perlu bayar lagi untuk masuk pantai karena tepat di belakang hotel sudah bisa menikmati pantai sambil leyeh-leyeh atau duduk-duduk sambil ngapain saja.

Setelah kami cukup puas dengan Bandengan sampai ke ujung, karena agak lupa jalurnya dengan sedikit petunjuk dari bibi kami menuju ke Pantai Kartini. Dari pantai Bandengan cukup dekat, sebelum gerbang masuk ada petunjuk jalan ke kanan lalu ikuti saja jalurnya. Setelah melewati Stadion Gelora Bumi Kartini, alhamdulillah kami sampai dengan sedikit nyasar.


Kali ini kami harus bayar tiket masuk, cukup lima ribu per orang. Harusnya enam ribu kalau tidak salah. Untuk parkir tidak ditarik tiket, mungkin karena belum ada petugasnya. Setelah sampai di dalam kami masih bingung, ini mana tempat parkirnya. Akhirnya kami parkir dekat gedung kura-kura (tepatnya penyu). Di Pantai Kartini ternyata juga sudah lumayan banyak pengunjung, walaupun tidak sebanyak Bandengan. Terlihat lebih sedikit mungkin karena wilayah pantai yang luas dan macam wisata di pantai yang bisa kita pilih. Di pantai ini tidak hanyak air dan pasir saja, ada odong-odong, gazebo di atas air, gedung kura-kura, dermaga, dll. Disediakan juga lapangan kecil untuk acara khusus beserta panggung. Sayang sekali satu wahana air di Pantai Kartini sudah tidak difungsikan lagi, mungkin karena tidak banyak pengunjung yang suka.


Untuk ke sekian kalinya keinginan ke Pulau Panjang belum kesampaian karena waktu yang tidak memungkinkan. Mungkin lain kali akan ke sana jika sudah punya lebih banyak waktu. Di sini banyak pedagang souvenir dan makanan, termasuk ikan asin. Oh, iya... sebutan lain untuk Pantai Kartini menurut orang sini adalah Mandian.

Sudah cukup puas ke dua pantai di Jepara, selanjutnya jalan-jalan ke mana lagi kita?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar