30 Maret, 2015

Rezeki Burung-burung

Ternyata sudah lama saya tidak nulis sesuatu di blog ini. Ada pekerjaan baru, anggota keluarga baru, kesibukan baru, dan waktu luang baru yang lebih sedikit. Semoga cerita ini bisa sedikit mengobati kerinduan akan menulis.

Beberapa waktu yang lalu saya diberi mandat oleh ibu untuk menjaga sawah dari burung-burung. Karena biasanya saya berangkat kerja jam 8 atau 9 jadi masih ada waktu sebentar dari selepas subuh. Dan waktu sebentar itu adalah waktu dimana burung-burung sedang lapar. Ada satu hal menarik yang saya amati dari burung-burung tersebut. Mengamati bagaimana mereka menjemput rezeki yang telah dibagikan atas mereka.

Saya berangkat ke sawah sekitar jam 05:30 WIB. Dan itu sudah termasuk kesiangan. Sampai di sawah suasana sudah ramai. Ramai dari teriakan, suara-suara penghalau, dan kicauan burung-burung. Dan saya pun teringat hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam tentang burung dan rezeki.

Seandainya kalian benar-benar bertawakkal pada Allah, tentu kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki. Ia pergi di pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali di sore hari dalam keadaan kenyang.”  (HR. Tirmidzi no. 2344. Abu ‘Isa Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih).
Dan ternyata tawakal tidak semudah kata-kata berangkat dalam keadaan lapar pulang dalam keadaan kenyang, tidak semudah itu.

Saya amati burung-burung itu, mulai dari hari masih agak gelap sudah keluar dari sarangnya. Mereka tidak menunggu hari telah terang untuk mencari makan, mereka tidak menunggu, tapi mereka aktif mencari sesegera mungkin. Mereka tidak berhenti mencari walaupun hari sudah siang dan semakin panas. Sebagian juga harus mencarikan makan untuk anak-anak mereka di sarang.

Walaupun area sawah itu sangat luas dan sebagian besar sudah siap dimakan, tapi burung-burung walau bisa terbang tetap saja tidak selalu mudah untuk mendapatkan makan, masih ada manusia-manusia yang menjaga sawah mereka. Ada yang menjaganya dengan jaring, orang-orangan sawah dengan berbagai model dan sebagian besar dijaga oleh manusia itu sendiri. Jadi mencari makan bagi burung-burung itu tidak semudah terbang ke mana saja dan hinggap di mana saja yang mereka kehendaki.

Sebagaimana manusia, menjemput rezeki tak semudah pergi pagi dalam keadaan lapar dan pulang petang dalam keadaan kenyang. Tidak semudah itu. Tapi jika tak dijemput, rezeki juga tidak akan datang sendiri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar