07 April, 2015

365 Hari

Mungkin tidak tepat 365 hari, tapi kira-kira sudah setahun status suami ada pada saya walaupun status di KTP masih tertulis "Belum Kawin". hehehe.. Tidak terasa.... ya, tidak terasa sudah ratusan hari saya ditemani seseorang yang sebelumya tidak saya kenal sama sekali. Sudah 12 bulanan saya membawa anak orang ke rumah (ortu) saya. Jadi saya datang menemui bapaknya, bilang padanya bahwa saya akan membawa anaknya ke rumah saya padahal beliau dan keluarga sebelumnya tidak mengenal saya. Alhamdulillah keluarganya percaya pada saya atas saran dari calon istri (waktu itu). Dan sampai sekarang (masyaaAllah) saya masih heran, bagaimana Allah Ta'ala mengatur semua keajaiban ini.


Kata sebagian orang menikah itu tidak enak, tapi enak sekali atau ueeenak! Kata saya, menikah itu sebuah keajaiban. Salah satunya seperti yang saya paparkan tadi. Lalu segala rutinitas kita sehari-hari akan berubah setelah adanya pasangan kita, tambah satu anggota keluarga. Dan akan berubah lagi setelah nambah satu anggota keluarga (yaitu anak).

Seperti yang diucapkan orang-orang beberapa bulan pertama adalah bulan-bulan yang sangat indah dimana cinta yang sebenarnya kita rasakan, kita ungkapkan dan kita terima. Di bulan-bulan berikutnya kita baru akan sedikit demi sedikit mengerti pasangan kita. Satu per satu rahasia dan sifat asli pasangan akan terungkap.



Sedih dan gembira, senyum dan tawa dirasakan bersama. Bukan lagi aku atau kamu tapi kita. Kadang tertawa bersama kadang marah dan ngambek, itu biasa. Namanya juga dua tubuh, dua hati, dua pikiran. Sangat sulit untuk seluruhnya disatukan. Kadang satu masalah kecil bisa jadi bahan candaan, bisa juga satu masalah kecil jadi bahan pertengkaran. Selalu perbaiki niat, perbaiki hati, perbaiki tujuan. Sebenarnya untuk apa kita memiliki pasangan? Sudah semestinya nikah itu tidak mudah, karena ia termasuk ibadah. Dimana setan tidak akan tinggal diam jika ada hamba-Nya beribadah dengan tenang.

Terima kasih saya haturkan kepada istri saya yang selama ini menemani saya dengan segala kekurangannya. Semoga Allah membalas dengan kebaikan yang banyak atas segala kebaikannya. Mohon maaf atas segala kekurangan, semoga dimaafkan. Semoga Allah langgengkan hubungan ini sampai mati dan setelahnya, di surga.

Allah yang membolak-balikkan hati tiap manusia, Dia yang menggenggam jiwa tiap manusia. Dua hati tidak akan bisa bersatu jika niat sudah berbeda, dua jiwa tidak akan bisa melangkah bersama jika ego diutamakan. Mengalah bukan kalah, diam bukan tinggal diam.

Pasangan seharusnya bersama, kadang di samping berjalan sejajar. Kadang di depan untuk menarik, kadang di belakang untuk mendorong. Bukan disamping untuk menjegal, di belakang untuk menarik dan di depan untuk meninggalkan, bukan itu.

Itu saja sedikit sharing dari seorang pasangan baru. Baru setahun. Intinya tetap jaga niat, jaga tujuan.

1 komentar: