10 Agustus, 2013

Untuk yang berduka di hari raya

Gema takbir menggema hingga ujung desa
Menggetarkan tiap rongga dada manusia
Senyum kegembiraan tercermin dalam tiap sapa
Tak terlihat duka di wajah mereka

Tapi tidak dengan dia
Rupanya Allah masih sayang padanya
Cobaan datang tanpa permisi
Menampar keras, mencengkeram dada hingga sulit bernafas
Hampir lupa dengan satu kata, ikhlas

Tangis tak terbendung
Duka mengelilingi sekujur tubuh
Awan gelap menaungi tiap jengkal langkah
Berasa sendiri, mati rasa pada uluran tangan sekitarnya

Kalian tak sendiri
Di hari raya ini
Ada yang kehilangan rumah, harta, saudara dan keluarga
Sebagian harus kehilangan orang yang dicintainya
Sama, berduka
Mungkin lebih dalam dari kita

Cobaan adalah tanda
Seorang akan naik derajatnya
Mampu lewati, atau kembali ke keadaan sebelumnya
Allah siapkan pahala besar bagi yang ikhlas atasnya
Hapus juga kesalahan dan dosa-dosa

Akhiri duka dengan hela nafas panjang
Istighfar atas dosa
Berharap ganti lebih baik lagi

Cobaan
Akan menguatkan
Sabar
Menjauhkan penderitaan
Ikhlas
Membuka pintu kebahagiaan


mengingatkan diri sendiri atas keegoan dan ketidakpedulian.

07 Agustus, 2013

Puasa twitter dan facebook

Terhitung sampai hari ini saya tidak login akun twitter selama 29 hari, selama ramadhan 1434 H. Untuk facebook saya terpaksa login sekali hanya untuk mengganti password karena ada yang mencoba masuk (login).


Ini waktu terlama saya tidak menggunakan dua media sosial itu. Alasannya sederhana, ingin mengurangi kesia-siaan di bulan ramadhan. Bukan berarti dengan meninggalkan keduanya saya bebas dari membuang waktu dengan sia-sia. Tapi, dengan meninggalkan keduanya untuk sementara saya bisa mengurangi waktu yang tebuang sia-sia untuk melakukan hal lain yang lebih bermanfaat (baik untuk dunia maupun akhirat).
Tapi tidak semua media sosial saya tinggalkan. Kadang saya masih menggunakan gmail untuk keperluan pekerjaan. Atau kadang nyari aplikasi di google play via pc. Jadi, otomatis google plus masih saya gunakan karena notifikasinya nempel jadi satu. Dan saya menemukan kesenangan tersendiri di google plus.

Ternyata tanpamu langit masih biru
Ternyata tanpamu bunga pun tak layu
Ternyata dunia tak berhenti berputar walau kau tak di sisiku

saatnya kini ku menyadari
tanpamu diriku tak akan sendiri

Tanpa twitter dan facebook pun ternyata saya masih hidup :D alhamdulillah. Paling tidak ini menjadi latihan saya untuk mengurangi ketergantungan terhadap media sosial. Pikiran tidak banyak terbuang ke timeline. Kembali ke interaksi sosial yang sebenarnya, di dunia nyata. Tapi ternyata dengan puasa twitter berpengaruh juga dengan puasa ngeblog. Jadi kurang bersemangat posting blog, padahal udah ganti template biar ga bosen. Semoga syawal tahun ini, dengan saya kembalu ke dua media sosial di atas tambah semangat ngeblog lagi. Dan tentunya tambah semangat juga ibadahnya.

Yang terakhir (dalam posting ini), selamat hari raya 'Idul Fitri 1434 H. Semoga puasa kita diterima, tarawih tak sia-sia, lapar dahaga diganti dengan pahala berlipat ganda. Semoga semangat beribadah berlanjut ke 11 bulan berikutnya dan masih merasakan nikmatnya ibadah pada ramadhan berikutnya. Aamiin..

12 Juli, 2013

Andai saja..

Pengen punya rumah gedong
Lengkap dengan pelayan,
Perabotan luks plus kolam renang
Mau ini itu tinggal perintah


Hidup serasa di istana
Trus kalo kepanasan
Gue ajak temen-temen gue nyebur deh
basahhh... 


Andai a a a a aku jadi orang kaya
Andai a a a a a nggak usah pakai kerja


Lirik lagu diatas kadang mampir di pikiran kita yang pas-pasan. Atau membayangkan hal serupa. Andai begini, andai punya ini, andai jadi itu, dan sebagainya. Kata seandainya sendiri dibagi menjadi beberapa macam.

Pertama, kata seandainya yang digunakan untuk menentang atau memprotes takdir. Seperti ucapan "Seandainya dia tadi tidak pergi, niscaya dia akan selamat." Ucapan ini haram. Seolah tahu bahwa dia benar-benar akan selamat jika tidak pergi. Padahal Allah telah menetapkan takdir seseorang, kapan dan di mana dia meninggal.

Kedua, seandainya yang diucapkan sebagai penyesalan. Contohnya, "Seandainya tadi tidak jadi beli, tentu aku tidak merugi." Ucapan seperti ini bisa mendatangkan kesedihan, bahkan bisa mengantarkan pada penentangan terhadap takdir. Maka ucapan seperti ini pun dilarang.

Ketiga, perkataan seandainya yang diucapkan dalam rangka berargumentasi dengan takdir untuk membenarkan kemaksiatan. Seperti ucapan "Seandai Allah berkehendak, niscaya saya tidak akan mencuri." Ini adalah ucapan yang batil dan argumentasi yang tidak akan diterima sama sekali.

Keempat, kata seandainya yang digunakan untuk berangan-angan. Seperti ucapan, "Seandainya aku kaya, niscaya aku akan melakukan seperti dia." Untuk ucapan ini tergantung pada baik tidaknya angan-angan. Jika angan-angannya buruk maka haram berandai-andai untuk sesuatu yang haram. Namun jika angan-angannya baik, maka itu adalah kebaikan niat yang hendaknya dibuktikan dengan perbuatan.

Kelima, kata seandainya yang digunakan hanya untuk mengungkapkan sebuah berita. Seperti ucapan "Seandainya aku menghadiri seminar itu niscaya aku akan dapat manfaat." Yang seperti ini boleh.

Sebagaimana kita tahu, tiap ucapan akan dimintai pertanggungjawaban, maka hendaknya perhatikan lagi tiap ucapan dan perbuatan kita.Semoga bisa mengurangi angan-angan yang tak mendatangkan kebaikan.
Jika kamu tertimpa sesuatu(kegagalan), maka janganlah kamu mengatakan ‘seandainya aku berbuat demikian, pastilah tidak akan begini atau begitu’. Tetapi katakanlah, ‘ini telah ditakdirkan oleh Allah dan Allah berbuat sesuai dengan apa yang dikehendaki’. Karena sesungguhnya perkataan seandainya akan membuka (pintu) perbuatan setan”. (HR. Muslim no. 2664)


sumber: majalah Ya Bunayya dengan perubahan seperlunya

22 Juni, 2013

Manfaat lain lilin

Di sebagian besar wilayah, lilin masih jadi primadona saat malam-malam listrik padam (selain korek api tentunya). Karena memang itulah fungsi utama lilin. Walaupun sekarang ada lilin yang khusus digunakan untuk aroma terapi. Lilin yang meleleh di suhu 45 derajat celsius ini ternyata punya beragam fungsi selain untuk penerangan.

Pertama, untuk meredam suara pintu yang berisik. Maksudnya pintu yang jika digerakkan mengeluarkan suara. Cara meredamnya dengan menggosokkan lilin pada engsel pintu yang berisik sambil coba membuka-tutup pintu hingga suara hilang.

Kedua, lilin bisa menjadi aternatif untuk tempat jarum jahit, jarum pentul, dan jarum-jarum lainnya. Selain itu lilin juga menjadikan jarum lebih mudah ditamcapkan pada kain atau selainnya.

Ketiga, merapikan ujung tali sepatu. Jika ujung tali sepatu sudah njeprak ga karuan, bisa disedikit dirapikan dengan menggosokkan lilin. Akan lebih bagus jika lilin dilelehkan lalu diteteskan pada ujung tali sepatu.

Keempat, melancarkan resleting yang macet. Gosokkan lilin pada resleting untuk melicinkan dan melancarkan kembali resleting yang macet. Oiya, lilin digosokkan pada dua sis resleting (bagian muka dan dalam).

Yang kelima lilin bisa digunakan untuk menyampaikan pesan rahasia. Gosokkan lilin pada kertas. Untuk mengetahui isinya, kuaskan pewarna cair seperti cat air di atas kertas tadi.

01 Juni, 2013

Rokok (sekali lagi): pembiasaan

Merokok bukan tentang kebiasaan. Ini adalah benda adiksi yang "dibiasakan" oleh Iklan industri rokok dengan menyembunyikan bahaya sebenarnya. Apakah Rokok yang berwajah "beasiswa" terlihat mengandung candu yang menyebabkan ketagihan? Apakah Rokok yang berwajah "pertandingan olahraga" terlihat sebagai barang yang mengandung 60 zat penyebab kanker/karsinogen? Ketika rokok berwajah "beasiswa" tidak akan terlihat bahwa nikotin di dalamnya sungguhnya menjerat generasi muda. Ketika rokok berwajah "olahraga" tak akan terlihat bahwa asap dan racunnya sesungguhnya dapat menyebabkan hilangnya nyawa.
"Pembiaran yang dilakukan pemerintah terhadap generasi muda yang merokok sudah seperti depopulation program". -Panjaitan-

Masih yakin sponsor rokok baik hati? Bukankah itu ajang mereka 'numpang' ngiklan di acara2 yg sesunggnuhnya positif? Karena (pengusaha) rokok akan mengeluarkan berapapun uang agar produknya "terlihat baik" dan setelah orang-orang terjebak kecanduan, mereka tak peduli.

Paragraf di atas adalah twit dari @kitakorban, yaitu Aliansi Masyarakat Korban Rokok Indonesia, sebuah aliansi beranggotakan survival, pasien, dan keluarga yang peduli pengendalian masalah merokok di Indonesia. Sebenernya mau diposting di hari tanpa tembakau sedunia kemarin, tapi karena kesibukan baru sempat dipublish hari ini. Beberapa kata yang mungkin bisa mengingatkan kita sebelum dokter yang mengingatkannya.

Dengan nama apapun, rokok adalah rokok. Racun tetaplah racun. Jika ada yang bilang "Sudah bertahun-tahun merokok nyatanya tidak mati", mungkin dia berlum pernah periksa ke dokter untuk memeriksakan paru-parunya. Ada lagi yang bilang "Kamu kira perokok suka asap rokok? Nggak! Makanya asap rokok tidak ditelan tapi dikeluarkan lagi". Sebuah kejujuran bahwa perokok ternyata juga tidak suka asap rokok, tapi tetap saja dihisap. Nggak suka kok masih dihisap tiap hari?