Sepi
malam begitu sunyi
hanya bulan yang begitu setia menemani
dan beberapa bintang yang menghiasi gelapnya langit malam ini
Terdiam
tubuh tak bergerak
bukan sakit otot yang tak dapat perintah dari otak
namun teringat akan hari ini yang kurang berarti
teringat akan waktu luang yang sudah terbuang
teringat pula akan umur yang semakin berkurang
tak terbilang
semakin hari semakin bertambah dosa dan kesalahan
seiring dengan berputarnya jarum jam
seiring dengan waktu yang terus berjalan
Argh!
belum juga ngerti
apakah dosa kan berkurang dengan kata-kata berantakan seperti ini
apakah pahala kan bertambah dengan kalimat tak beraturan seperti ini
semoga menjadi pengingat dosa dan pahala
yang selalu ada pada diri kita
semoga menjadi pengingat mati
yang tak tahu kapan kan menghampiri
25 Juli, 2008
19 Juli, 2008
Maafkan
Malem Jum'at yg lalu (17/09) seperti biasanya bergadang nonton tv. Acara tidur awalpun terpaksa tidak terlaksana karena mata ini udah terlanjur terpikat oleh sebuah acara di MetroTV, yaitu Kick Andy. Malem itu mengusung tema 'penculikan anak'.
Mulanya sih ga begitu tertarik karena ngantuk berat. Tapi ada sebuah cerita dari seorang ibu dari Jogjaklo ga salah membuat kantukku terkalahkan. Ibu tersebut menceritakan tentang salah seorang anaknya yang baru lucu-lucunya (4 thn) di culik pagi-pagi sebelum berangkat sekolah, ketika ia sedang menyiapkan anak yg lain untuk sekolah. Bayangkan ga juga gpp... seorang ibu terpaksa harus kehilangan salah seorang anak yang sangat dicintainya. Alhamdulillah beberapa hari kemudian anak itu ditemukan, tapi dengan keadaan sudah tidak bernyawa
. Bukan hanya itu saja, menurut otopsi, sebelum di bunuh anak itu disiksa terlebih dahulu dengan pukulan-pukulan menggunakan benda tumpul. Sungguh sadis memang penculik tersebut. Sampai sekarang siapa dan apa motif pembunuhan itu belum terungkap.
Andy F.Noya bertanya pada ibu tersebut "Jika anda bertemu dengan penculik yg telah menculik dan membunuh anak anda, apakah anda akan memaafkannya?
Dengan tegas ibu tersebut menjawab "Sudah pasti".
"Padahal dia telah menyiksa dan membunuh anak anda?"
"Tuhan saja bisa memaafkan kenapa saya tidak. Sejak pertama saya mengetahui bahwa anak saya sudah tidak bernyawa, saya sudah ikhlas" Kata ibu tersebut dengan menahan air mata yg tak bisa ditahan menetes di pipinya.
Jawaban ibu tadi 'sudah pasti' sungguh diluar dugaanku. Kadang cuma kehilangan sendal jepit aja kita udah 'misuh2'. Bagaimana jika kita kehilangan hp,sepeda motor,mobil, atau kehilangan teman, nenek, saudara atau bahkan ibu kita. Bayangkan jika kejadian2 itu menimpa anda dan jawab pertanyaan2 berikut ini:
Bagaimana jika kita menjadi ibu tersebut, apakah juga akan memaafkan pembunuh itu yg telah membunuh seorang yg sangat kita dicintai?
Apakah kita juga akan merasa ikhlas ketika sesorang yang sangat kita cintai meninggalkan kita?
2 pertanyaan yang tetunya sangat sulit untuk kita dijawab. Melalui tulisan ini; untuk orang yang pernah aku sakiti, aku mohon maaf dengan setulus-tulusnya. Dan untuk orang yg pernah menyakitiku, sudah aku maafkan. Dan yang terakhir, cuma mengingatkan:
"Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" [QS. An-Nuur: 22]
"Semua berasal dari Allah dan akan kembali pula kepada-Nya"
Mulanya sih ga begitu tertarik karena ngantuk berat. Tapi ada sebuah cerita dari seorang ibu dari Jogja
Andy F.Noya bertanya pada ibu tersebut "Jika anda bertemu dengan penculik yg telah menculik dan membunuh anak anda, apakah anda akan memaafkannya?
Dengan tegas ibu tersebut menjawab "Sudah pasti".
"Padahal dia telah menyiksa dan membunuh anak anda?"
"Tuhan saja bisa memaafkan kenapa saya tidak. Sejak pertama saya mengetahui bahwa anak saya sudah tidak bernyawa, saya sudah ikhlas" Kata ibu tersebut dengan menahan air mata yg tak bisa ditahan menetes di pipinya.
Jawaban ibu tadi 'sudah pasti' sungguh diluar dugaanku. Kadang cuma kehilangan sendal jepit aja kita udah 'misuh2'. Bagaimana jika kita kehilangan hp,sepeda motor,mobil, atau kehilangan teman, nenek, saudara atau bahkan ibu kita. Bayangkan jika kejadian2 itu menimpa anda dan jawab pertanyaan2 berikut ini:
Bagaimana jika kita menjadi ibu tersebut, apakah juga akan memaafkan pembunuh itu yg telah membunuh seorang yg sangat kita dicintai?
Apakah kita juga akan merasa ikhlas ketika sesorang yang sangat kita cintai meninggalkan kita?
2 pertanyaan yang tetunya sangat sulit untuk kita dijawab. Melalui tulisan ini; untuk orang yang pernah aku sakiti, aku mohon maaf dengan setulus-tulusnya. Dan untuk orang yg pernah menyakitiku, sudah aku maafkan. Dan yang terakhir, cuma mengingatkan:
"Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" [QS. An-Nuur: 22]
"Semua berasal dari Allah dan akan kembali pula kepada-Nya"
13 Juli, 2008
Lagu anak-anak [update]
Ini sebenere udah cerita lama. Berhubung terlalu lama ga posting dan bingung juga mau posting apa, ya udah update cerita yg lalu aja.
*ngomong apaan sih
Pada posting yang telah lalu, dijelaskan ada 6 atau 7 lagu anak-anak yang ternyata banyak kesalahannya. Bagi yang belum tahu silakan baca di sini. Nah, sekarang ada sedikit tambahan beberapa lagu lagi.
8."Nina bobo nina bobo oh nina bobo... kalau tidak bobo digigit nyamuk"
Menurut psikolog: jadi sekian tahun anak2 indonesia diajak tidur dengan lagu
yg penuh nada mengancam
9. "Bintang kecil dilangit yg biru..."
Bintang khan adanya malem, lah kalo malem mang warna langitnya biru?
10. "Ibu kita Kartini...harum namanya"
Namanya Kartini atau Harum?
11. "Pada hari minggu..naik delman istimewa kududuk di muka"
Nah, gak sopan khan..masa duduk di muka??
12. "Cangkul-cangkul, cangkul yang dalam, menanam jagung dikebun kita..."
Kalo mau nanam jagung, ngapain dalam-dalam? emang mo bikin sumur?


*ngomong apaan sih
Pada posting yang telah lalu, dijelaskan ada 6 atau 7 lagu anak-anak yang ternyata banyak kesalahannya. Bagi yang belum tahu silakan baca di sini. Nah, sekarang ada sedikit tambahan beberapa lagu lagi.
8."Nina bobo nina bobo oh nina bobo... kalau tidak bobo digigit nyamuk"
Menurut psikolog: jadi sekian tahun anak2 indonesia diajak tidur dengan lagu
yg penuh nada mengancam
9. "Bintang kecil dilangit yg biru..."
Bintang khan adanya malem, lah kalo malem mang warna langitnya biru?
10. "Ibu kita Kartini...harum namanya"
Namanya Kartini atau Harum?
11. "Pada hari minggu..naik delman istimewa kududuk di muka"
Nah, gak sopan khan..masa duduk di muka??
12. "Cangkul-cangkul, cangkul yang dalam, menanam jagung dikebun kita..."
Kalo mau nanam jagung, ngapain dalam-dalam? emang mo bikin sumur?
30 Juni, 2008
Cinta tanpa syarat
Dikisahkan, ada sebuah keluarga besar. Kakek dan nenek mereka merupakan pasangan suami istri yang tampak serasi dan selalu harmonis satu sama lain. Suatu hari, saat berkumpul bersama, si cucu bertanya kepada mereka berdua, "Kakek nenek, tolong beritahu kepada kami resep akur dan cara kakek dan nenek mempertahan cinta selama ini agar kami yang muda-muda bisa belajar."
Mendengar pertanyaan itu, sesaat kakek dan nenek beradu pandang sambil saling melempar senyum. Dari tatapan keduanya, terpancar rasa kasih yang mendalam di antara mereka. "Aha, nenek yang akan bercerita dan menjawab pertanyaan kalian," kata kakek.
Sambil menerawang ke masa lalu, nenek pun memulai kisahnya. "Ini pengalaman kakek dan nenek yang tak mungkin terlupakan dan rasanya perlu kalian dengar dengan baik. Suatu hari, kami berdua terlibat obrolan tentang sebuah artikel di majalah yang berjudul ‘bagaimana memperkuat tali pernikahan'. Di sana dituliskan, masing-masing dari kita diminta mencatat hal-hal yang kurang disukai dari pasangan kita. Kemudian, dibahas cara untuk mengubahnya agar ikatan tali pernikahan bisa lebih kuat dan bahagia. Nah, malam itu, kami sepakat berpisah kamar dan mencatat apa saja yang tidak disukai. Esoknya, selesai sarapan, nenek memulai lebih dulu membacakan daftar dosa kakekmu sepanjang kurang lebih tiga halaman. Kalau dipikir-pikir, ternyata banyak juga, dan herannya lagi, sebegitu banyak yang tidak disukai, tetapi tetap saja kakek kalian menjadi suami tercinta nenekmu ini," kata nenek sambil tertawa. Mata tuanya tampak berkaca-kaca mengenang kembali saat itu.
Lalu nenek melanjutkan, "Nenek membacanya hingga selesai dan kelelahan. Dan, sekarang giliran kakekmu yang melanjutakan bercerita." Dengan suara perlahan, si kakek meneruskan. "Pagi itu, kakek membawa kertas juga, tetapi....kosong. Kakek tidak mencatat sesuatu pun di kertas itu. Kakek merasa nenekmu adalah wanita yang kakek cintai apa adanya, kakek tidak ingin mengubahnya sedikit pun. Nenekmu cantik, baik hati, dan mau menikahi kakekmu ini, itu sudah lebih dari cukup bagi kakek."
Nenek segera menimpali, "Nenek sungguh sangat tersentuh oleh pernyataan kakekmu itu sehingga sejak saat itu, tidak ada masalah atau sesuatu apapun yang cukup besar yang dapat menyebabkan kami bertengkar dan mengurangi perasaan cinta kami berdua."
Pembaca yang budiman,
Sering kali di kehidupan ini, kita lebih banyak menghabiskan waktu dan energi untuk memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan yang menyakitkan. Padahal, pada saat yang sama kita pun sebenarnya punya kemampuan untuk bisa menemukan banyak hal indah di sekeliling kita.
Saya yakin dan percaya, kita akan menjadi manusia yang berbahagia jika kita mampu berbuat, melihat, dan bersyukur atas hal-hal baik di kehidupan ini dan senantiasa mencoba untuk melupakan yang buruk yang pernah terjadi. Dengan demikian, hidup akan dipenuhi dengan keindahan, pengharapan, dan kedamaian.
mualaf.com
Mendengar pertanyaan itu, sesaat kakek dan nenek beradu pandang sambil saling melempar senyum. Dari tatapan keduanya, terpancar rasa kasih yang mendalam di antara mereka. "Aha, nenek yang akan bercerita dan menjawab pertanyaan kalian," kata kakek.
Sambil menerawang ke masa lalu, nenek pun memulai kisahnya. "Ini pengalaman kakek dan nenek yang tak mungkin terlupakan dan rasanya perlu kalian dengar dengan baik. Suatu hari, kami berdua terlibat obrolan tentang sebuah artikel di majalah yang berjudul ‘bagaimana memperkuat tali pernikahan'. Di sana dituliskan, masing-masing dari kita diminta mencatat hal-hal yang kurang disukai dari pasangan kita. Kemudian, dibahas cara untuk mengubahnya agar ikatan tali pernikahan bisa lebih kuat dan bahagia. Nah, malam itu, kami sepakat berpisah kamar dan mencatat apa saja yang tidak disukai. Esoknya, selesai sarapan, nenek memulai lebih dulu membacakan daftar dosa kakekmu sepanjang kurang lebih tiga halaman. Kalau dipikir-pikir, ternyata banyak juga, dan herannya lagi, sebegitu banyak yang tidak disukai, tetapi tetap saja kakek kalian menjadi suami tercinta nenekmu ini," kata nenek sambil tertawa. Mata tuanya tampak berkaca-kaca mengenang kembali saat itu.
Lalu nenek melanjutkan, "Nenek membacanya hingga selesai dan kelelahan. Dan, sekarang giliran kakekmu yang melanjutakan bercerita." Dengan suara perlahan, si kakek meneruskan. "Pagi itu, kakek membawa kertas juga, tetapi....kosong. Kakek tidak mencatat sesuatu pun di kertas itu. Kakek merasa nenekmu adalah wanita yang kakek cintai apa adanya, kakek tidak ingin mengubahnya sedikit pun. Nenekmu cantik, baik hati, dan mau menikahi kakekmu ini, itu sudah lebih dari cukup bagi kakek."
Nenek segera menimpali, "Nenek sungguh sangat tersentuh oleh pernyataan kakekmu itu sehingga sejak saat itu, tidak ada masalah atau sesuatu apapun yang cukup besar yang dapat menyebabkan kami bertengkar dan mengurangi perasaan cinta kami berdua."
Pembaca yang budiman,
Sering kali di kehidupan ini, kita lebih banyak menghabiskan waktu dan energi untuk memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan yang menyakitkan. Padahal, pada saat yang sama kita pun sebenarnya punya kemampuan untuk bisa menemukan banyak hal indah di sekeliling kita.
Saya yakin dan percaya, kita akan menjadi manusia yang berbahagia jika kita mampu berbuat, melihat, dan bersyukur atas hal-hal baik di kehidupan ini dan senantiasa mencoba untuk melupakan yang buruk yang pernah terjadi. Dengan demikian, hidup akan dipenuhi dengan keindahan, pengharapan, dan kedamaian.
mualaf.com
24 Juni, 2008
Miss You
sejenak ku termenung
atau mungkin beberapa lama aku termangu
semakin ku merenung
maka semakin ku merindu
ku rangkai huruf-huruf tanpa tinta
ku cipta kata-kata tanpa bicara
ku tata kalimat-kalimat sederhana
dalam bait-bait puisi cinta
Puisi cinta tak terhingga
untuk sang bunda..
saudara...
dan adinda...
Puisi cinta tuk ungkapkan rasa
rasa cinta yang menggelora
rasa rindu yang tak terkira
Miss you mom
miss you sister/brother
miss you much
atau mungkin beberapa lama aku termangu
semakin ku merenung
maka semakin ku merindu
ku rangkai huruf-huruf tanpa tinta
ku cipta kata-kata tanpa bicara
ku tata kalimat-kalimat sederhana
dalam bait-bait puisi cinta
Puisi cinta tak terhingga
untuk sang bunda..
saudara...
dan adinda...
Puisi cinta tuk ungkapkan rasa
rasa cinta yang menggelora
rasa rindu yang tak terkira
Miss you mom
miss you sister/brother
miss you much
Langganan:
Postingan (Atom)