20 September, 2012

Pertanyaan untuk para perokok

Langsung saja, bagi yang merokok silakan jawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini. Tidak harus diutarakan, paling tidak bisa jadi renungan :)
  1. Jika merokok itu baik, apakah anda akan mengajarkan anak anda (yang masih balita) untuk merokok? Jika iya, apa alasannya?
  2. Ada yang pernah tahu artikel dokter yang valid tentang manfaat rokok untuk kesehatan?
  3. Jika merokok itu baik, mengapa anda (yang muslim) tidak memulainya dengan basmallah dan mengakhirinya dengan hamdalah?

3 itu saja dulu, yang lain nanti menyusul (kalo ada). Kemudian saya akan coba menjawab (sesuai dengan kemampuan saya) beberapa pernyataan yang sebenarnya tidak begitu serius tapi sering jadi alasan seseorang untuk merokok. Atau lebih tepatnya sering jadi alat pembenaran merokok.
  • Merokok mati, tidak merokok juga mati. | Konsumsi narkoba mati, yang tidak konsumsi narkoba juga mati. Minum racun mati, tidak minum racun juga mati. Tapi saya memilih untuk mati dengan cara yang baik, bukan dengan membunuh diri sendiri dan orang lain dengan merokok.
  • Perokok pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif. | Dengan anda merokok berarti akan memperbanyak area udara dengan asap rokok. Artinya anda membahayakan lebih banyak orang.
  • Memberikan lapangan pekerjaan banyak orang dengan banyak bidang pekerjaan. | Anda mengkonsumsi minuman keras, narkotika, atau konsumsi beras dan bahan pangan lainnya juga sama saja memberikan lapangan pekerjaan. Anda mungkin lupa, berapa penghasilan untuk para petani tembakau dan berapa penghasilan pemilik pabrik rokok. Yang lebih diuntungkan siapa, yang dirugikan siapa?
  • Dengan merokok pikiran jadi lebih tenang. Ngilangin stress. | Ya iya lah, itu karena anda sudah ketagihan. Merokok tidak akan menghilangkan stress, justru akan memperpanjang masalah karena tidak dimanfaatkan untuk mengatasi masalah malah ngelamun sambil merokok.
  • Merokok itu laki! Ga merokok, banci! | Yakin? Banyak juga perempuan dan waria yang merokok. Mereka laki bukan?
Merokok adalah urusan pribadi anda, tapi ketika anda merokok di ruang publik maka itu jadi urusan publik.
Allah Ta'ala mengaruniakannya rezeki berupa uang, tapi ia membakarnya untuk rokok.
Allah Ta'ala memberinya karunia kesehatan, ia menyia-nyiakannya dengan racun rokok.
Allah Ta'ala memerintahkan agar berbuat baik, memberi manfaat kepada orang lain dan tidak dzalim, ia malah congkak mengumbar asap, mendzalimi diri sendiri dan menyakiti orang lain.
Bukankah boros adalah saudaranya syaitan?
~Abdullah al-faqir

Tanya hati yang terdalam, bukan dengan emosi tanpa bukti nyata. Keputusan ada di tangan anda. Semoga Allah Ta'ala senantiasa merahmati kita dengan petunjuk, aamin...

12 komentar:

  1. Merokok itu laki! Ga merokok, banci! | Yakin? Banyak juga perempuan dan waria yang merokok. Mereka laki bukan?
    *ngakak* :))

    BalasHapus
  2. itu kata katanya ngena banget dah... :))

    BalasHapus
  3. ada satu lagi pertanyaan yang ketinggalan:

    4. Jika merokok itu baik, kenapa tidak boleh merokok di Rumah Sakit?

    BalasHapus
  4. karena lelaki sejati itu tidak merokok, tapi diro...eh ya pokoknya tidak merokok :)

    BalasHapus
  5. nafsi nafsi aja deh gan,, hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup.. nafsi nafsi :)
      cuma mengingatkan sekali lagi.. udara ini bukan milik kita.
      Merokok adalah urusan pribadi anda, tapi ketika anda merokok di ruang publik maka itu jadi urusan publik.

      Hapus
  6. alhamdulilah saya bukan perokok, minimal anak saya bebas dari racun yang mematikan di rumah

    BalasHapus
  7. berbahay banget yang suka ngerokok, ngerugiin sekitar juga kan?

    BalasHapus
  8. bagus nih artikel,ijin Copast!

    BalasHapus