Dengan penuh perjuangan melewati jalur dengan banyak ranjau di jalan menuju Gua Kiskendo akhirnya kami sampai. Di tempat parkir cuma ada beberapa kendaraan roda dua dan satu mini bus. Sepi. Perjalanan dari parkiran sampai ke gua tidak jauh, cukup 5 menit sudah sampai. Sampai di gua kita akan dihadapkan dengan pintu gua yang cukup besar. “Cuma ini?” pikirku waktu itu, ternyata masih ada gua selanjutnya dengan melewati jalan kecil. Di gua selanjutnya ada beberapa gua-gua kecil dengan tinggi 0,5 sampai dengan 1 meter. Gua besarnya cuma satu (setahuku) tapi saya tidak masuk karena ada aliran sungai di bawahnya. Yang membuat menarik gua ini adalah Ray of Light, garis-garis cahaya yang muncul dari atas ke dalam gua.
27 Mei, 2014
Gua Kiskendo dan Curug Klenting Kuning
Dengan penuh perjuangan melewati jalur dengan banyak ranjau di jalan menuju Gua Kiskendo akhirnya kami sampai. Di tempat parkir cuma ada beberapa kendaraan roda dua dan satu mini bus. Sepi. Perjalanan dari parkiran sampai ke gua tidak jauh, cukup 5 menit sudah sampai. Sampai di gua kita akan dihadapkan dengan pintu gua yang cukup besar. “Cuma ini?” pikirku waktu itu, ternyata masih ada gua selanjutnya dengan melewati jalan kecil. Di gua selanjutnya ada beberapa gua-gua kecil dengan tinggi 0,5 sampai dengan 1 meter. Gua besarnya cuma satu (setahuku) tapi saya tidak masuk karena ada aliran sungai di bawahnya. Yang membuat menarik gua ini adalah Ray of Light, garis-garis cahaya yang muncul dari atas ke dalam gua.
17 Mei, 2014
Berbagi Bahagia
Di media sosial beberapa teman sering kali update mengenai hubungan (status), pernikahan, kelahiran, piknik ke luar negeri atau luar pulau. Atau sejumlah kebahagiaan yang lain. Mulai dari update text, foto sampai video. Kebahagiaan itu menular, makanya mereka berbagi. Berharap bahagia yang mereka rasakan juga menular yang lain. Jika ada yang bertujuan untuk pamer, menunjukkan dirinya bisa, atau kesombongan yang lain itu mungkin sebagian kecil yang lain. Semoga kita bukan termasuk yang di dalamnya.
Sebagian yang lain lagi memilih untuk diam. Media sosial bukan untuk tempat untuk mengumbar. Ada yang memanfaatkannya untuk berdagang, berbagi/mencari ilmu, atau sekedar stalking akun-akun tertentu. Memilih untuk menjadi anonymous di dunia online. Apapun pilihannya, menjadi diri sendiri atau bersembunyi yang penting tujuannya baik. Dan semoga ditempuh dengan cara yang baik pula. Itu sudah cukup. Diam atau bicara, menunjukkan diri atau bersembunyi, jika dilakukan pada saat yang tepat sama saja bisa memberi pengaruh yang baik.
09 Mei, 2014
Kabut Gedong Songo
Gedong Songo atau bahasa Indonesianya Bangunan Sembilan, salah satu objek wisata alam yang ada di Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Dari Semarang atau Ambarawa ambil ke arah pasar Bandungan lalu ke arah Sumowono atau Temanggung. Jika sudah sampai di SPBU pertama tinggal nengok ke kanan lalu ikuti petunjuk besar yang ada, kalau dari arah Temanggung ambil arah ke Sumowono atau Bandungan. Objek wisata yang lain yang ada di Bandungan ini diantaranya: Curug 7 Bidadari, Umbul Sidomukti, dan Pos Mawar.
Benar-benar waktu yang kurang tepat untuk berkungjung/piknik di Gedong Songo. Saat kami (saya bersama istri) sampai di lokasi, kabut mulai turun menutupi daerah sekitar candi. Ditambah sore itu hujan baru saja reda. Lengkap sudah, suasana candi menjadi sepi. Sepi pengunjung juga sepi penjual. Karena terlanjur sampai, kami memutuskan untuk masuk.
Benar-benar waktu yang kurang tepat untuk berkungjung/piknik di Gedong Songo. Saat kami (saya bersama istri) sampai di lokasi, kabut mulai turun menutupi daerah sekitar candi. Ditambah sore itu hujan baru saja reda. Lengkap sudah, suasana candi menjadi sepi. Sepi pengunjung juga sepi penjual. Karena terlanjur sampai, kami memutuskan untuk masuk.
22 April, 2014
#matikata; Ku Puisikan Namamu
Hilir rindu tak ada yang tahu
Endapan rasa tak ada yang menyangka seberapa tingginya
Sementara sungai terus menumpuk apapun yang dibawanya
Terpikir tuk buang dilautan, sering kali tersangkut di akar berserakan
Usah lagi peduli, rindu tak kan basi
Mengeja dengan seksama kata c i n t a
Usaha tanpa henti memahami, merealisasikannya
Gerbang jiwa menganga
Isyarat terbaca, terbata-bata
Niat ikhlas harus tetap dijaga, pada awal hingga akhirya
Isu dibuang, cari fakta nyata bukan muntahan iri dan angan
Niat lurus tetap dipelihara, pada pangkal hingga ujungnya
Gerakkan kaki, tangan, dan pikiran pada satu tujuan
Renda rindu menghiasi tiap ujung ingatanku
Abdi rasa sering kali lupa, ini tak selamanya
Hingga terpisah, rasa ini tak kan sirna
Asa surga, bersama
Yakin bahagia pada akhirnya
Usah sedih.. tetap berdoa, tetap percaya, tetap bersama
Endapan rasa tak ada yang menyangka seberapa tingginya
Sementara sungai terus menumpuk apapun yang dibawanya
Terpikir tuk buang dilautan, sering kali tersangkut di akar berserakan
Usah lagi peduli, rindu tak kan basi
Mengeja dengan seksama kata c i n t a
Usaha tanpa henti memahami, merealisasikannya
Gerbang jiwa menganga
Isyarat terbaca, terbata-bata
Niat ikhlas harus tetap dijaga, pada awal hingga akhirya
Isu dibuang, cari fakta nyata bukan muntahan iri dan angan
Niat lurus tetap dipelihara, pada pangkal hingga ujungnya
Gerakkan kaki, tangan, dan pikiran pada satu tujuan
Renda rindu menghiasi tiap ujung ingatanku
Abdi rasa sering kali lupa, ini tak selamanya
Hingga terpisah, rasa ini tak kan sirna
Asa surga, bersama
Yakin bahagia pada akhirnya
Usah sedih.. tetap berdoa, tetap percaya, tetap bersama
14 Maret, 2014
"Pasar" Sikunir dan Telaga Dringo, Ranukumbolo KW dua
Ajakan yang awalnya saya tolak karena biaya yang tidak murah, tapi ternyata saya yang salah. Jadi biaya 200 ribuan rupiah itu jika menggunakan jasa (sejenis) travel. Memutuskan untuk ikut setelah awalnya galau antara Dieng atau Gunung Purba (Wonosari). Kesempatan (ajakan) camping ke Dieng mungkin tidak akan datang dua kali, tapi ke Wonosari bisa kapan-kapan ke sana. Dengan pengalaman sekali camping di Pos Mawar (Bandungan) saya beranikan diri ikut ajakan dari orang yang sama ( +Olipe Oile ) untuk camping di Dieng.Cuaca yang tidak stabil dan kondisi badan yang kurang fit saat itu tidak menyurutkan niat saya untuk berangkat. Bismillah..
Rencananya berangkat pagi-pagi supaya sampai sana tidak terlalu sore, bisa mendirikan tenda lalu istirahat. Ternyata rencana berubah, jam 10 sampai terminal Wonosobo saya bergabung dengan 5 orang rombongan dari Purwokerto. Lalu ditawari Kaka (salah satu rombongan dari Wonosobo) isitirahat di rumahnya, berangkat camping malam harinya. Saya sih mengiyakan saja, karena badan juga sedang tidak begitu enak waktu itu (batuk, pilek, sedikit pusing). Setelah isitirahat sebentar (bisa tidur cuma beberapa menit), sore setelah asar kami mengisi tenaga dengan pesta durian sampai kenyang. Berangkat naik ke Dieng sekitar jam 8 (atau 9) malam. Ditambah dengan rombongan dari Wonosobo camping kali ini berasa rame banget, ada belasan (lupa tidak menghitung).
Rencananya berangkat pagi-pagi supaya sampai sana tidak terlalu sore, bisa mendirikan tenda lalu istirahat. Ternyata rencana berubah, jam 10 sampai terminal Wonosobo saya bergabung dengan 5 orang rombongan dari Purwokerto. Lalu ditawari Kaka (salah satu rombongan dari Wonosobo) isitirahat di rumahnya, berangkat camping malam harinya. Saya sih mengiyakan saja, karena badan juga sedang tidak begitu enak waktu itu (batuk, pilek, sedikit pusing). Setelah isitirahat sebentar (bisa tidur cuma beberapa menit), sore setelah asar kami mengisi tenaga dengan pesta durian sampai kenyang. Berangkat naik ke Dieng sekitar jam 8 (atau 9) malam. Ditambah dengan rombongan dari Wonosobo camping kali ini berasa rame banget, ada belasan (lupa tidak menghitung).
Langganan:
Postingan (Atom)


