20 April, 2011

Disconnect to connect

Di era sekarang ini, dunia maya pada sebagian orang sudah menjadi gaya hidupnya, sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Tiada hari tanpa online, tiada hari tanpa buka jejaring sosial. Bisa-bisa mati gaya jika beberapa hari tidak bisa online. Biasanya sih tujuannya untuk berinteraksi dengan orang lain, untuk sekedar meluapkan perasaan (baca:curhat) atau mencari berita hangat hari itu. Berbeda sekali ketika saya kecil, bahkan hingga lulus SMA saya belum kenal dengan yang namanya simbah Google dan tante Wiki. Waktu itu berinteraksi dengan orang lain ya dengan bertatap muka (1 rumah belum ada yang punya handphone), kalau ingin curhat ya dengan teman dekat atau paling banter buku diary :D Jika pengen tahu berita hangat tinggal nyalakan tivi atau radio bukan dari surat kabar (karena tidak mungkin orang desa langganan koran).

Kemudian alhamdulillah di tempat kerja yang pertama kali ada koneksi internet, jadi kenal dengan dunia maya (dumay), kenal dengan chating, blog, friendster, milis dan segala sesuatu yang membuat saya lebih betah di dumay. Rekan kerja saya kadang nyeloteh, "Kamu sudah gila ya, tertawa sendiri di depan monitor?" Apalagi sekarang, untuk mengetahui indahnya dumay tak harus ke warnet, tidak mesti punya komputer dan modem. Tapi cukup dengan handphone dengan fasilitas GPRS saja sudah bisa mengarungi luasnya dumay yang tak ada habisnya. Hampir semua orang bisa menikmatinya.


Dimana-mana terlihat orang yang memegang gadgetnya masing-masing, mulai dari Blackberry, iPhone dan hp berkelas lainnya sampai hp-hp china yang harganya terjangkau. Baik di tempat keramaian maupun di tempat yang sepi, tidak bisa lepas dari dumay. Bahkan saat berkumpul bersama teman pun masih ada waktu untuk update status, mengecek notifikasi atau mention. Dan ketika sudah pegang gadget masing-masing tidak jarang kita sering mengabaikan orang di sekitar kita.

Betapapun menarik dan mengasyikkannya dumay, akan lebih terasa dunia nyata. Di dunia nyata kita bisa saling bersentuhan satu sama lainnya, dunia berinteraksi yang sesungguhnya. Dunia dimana kita bisa berpelukan dengan saudara, berkasih sayang antar sesama. Sedetik kebersamaan di dunia nyata tak kan bisa terganti satu jam di dunia maya. Berikut ini video iklan dari Thailand, semoga bisa mengispirasi kita semua.




Stay offline some time to embrace your surroundings. Use the phone just as necessary.

image from: NationalGeographic

6 komentar:

  1. mo offline sebentar setelah update hr ah..

    BalasHapus
  2. du-may itu...mendekatkan yg jauh dan menjauhkan yg dekat.
    (ngomong2, temen-q merinding wktu ngeliyat video iklan-nya dan bergumam, "wah, itu kita banget yaah?" Dan aku mengangguk).
    #nice posting.

    BalasHapus
  3. many more thumbs for this posting

    really appreciated & thanks for remind us how more important they are for our life

    BalasHapus
  4. Hehehe... iya juga sih. Ada yang sampe ketagihan OL banget. Tapi aku nggak ;p Nek selo mampir, nganyari blogku :D

    BalasHapus